Pementasan Seni Virtual, Strategi KPC-PEN Pulihkan Ekonomi

KBRN, Denpasar : Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) menggelar pementasan seni virtual, Rabu (28/10/2020) malam. 

Pelaksana pertunjukan virtual kesenian tradisional Ni Made Sri Widari. (KBRN)

Pelaksana pertunjukan virtual kesenian tradisional, Ni Made Sri Widari menjelaskan, kegiatan ini menjadi salah satu strategi KPC-PEN dalam memulihkan perekonomian masyarakat. 

Tujuan dari pertunjukan seni virtual ini katanya sesuai dengan tugas utama KPC-PEN, yaitu Indonesia tumbuh atau pemulihan dan transformasi ekonomi nasional. 

"KPC-PEN serangkaian pertunjukan virtual kesenian tradisional untuk menyampaikan berbagai informasi, guna membangun pemahaman yang benar, kepercayaan kepada upaya penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional, dan mengajak partisipasi publik," katanya kepada wartawan di Ruang Taksu Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Rabu (28/10/2020) malam. 

"Saya dari Radio Nuansa Giri ditunjuk sebagai penyelenggara di Bali. Kami mengadakan mulai tanggal 28 Oktober 2020," imbuhnya. 

Sri Widari lebih lanjut mengatakan, pagelaran seni virtual ini diadakan sebanyak 5 kali, yaitu tanggal 28 Oktober 2020, 29 Oktober 2020, 30 Oktober 2020, 3 November 2020, dan 6 Desember 2020. 

Pada hari pertama ditampilkan Bondres STI. Tidak sekadar menghibur masyarakat secara virtual, Bondres Sekaa Topeng Inovasi juga menyampaikan pesan seputar penanganan virus corona di Indonesia. 

"Kalau tanggal 29 Oktober 2020, juga secara langsung, secara daring (dalam jaringan), itu melalui Dek Ulik dan Puja Astawa. Jadi mereka juga akan menyampaikan secara gegonjakan (bersenda gurau) dengan Bahasa Bali, itupun juga menghibur masyarakat, menyampaikan pesan-pesan pemerintah, baik itu COVID-19, pertumbuhan ekonomi, maupun nanti soal vaksin," ujarnya. 

Sedangkan pada tanggal 30 Oktober 2020 akan ditampilkan. Bondres Susi. Pagelaran hari ketiga juga mengemban misi sama, yaitu menghibur sekaligus menginformasikan seputar penanganan virus corona dan upaya pemulihan ekonomi dalam negeri. 

"Tanggal 3 November 2020 kita juga akan menampilkan dadong rerod. Dan terakhir pada tanggal 6 Desember 2020, itu lewat wayang cenk blonk," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00