Kain Tradisional Endek Bali Siap Go International

KBRN, Denpasar: Kain tenun khas Bali yang disebut kain endek Bali merupakan salah satu bagian dari kekayaan wastra nusantara yang dimiliki Indonesia. Kain tenun yang di Bali disebut endek ini masih aktif diproduksi dengan cara dan alat yang tradisional.

Kain endek  saat ini masih diproduksi dengan alat tenun tradisional atau Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang ukurannya cukup besar. Masih ada pula penenun yang menggunakan alat tenun bernama cag-cag yang digunakan dengan cara duduk di tanah atau lantai.

Pada masa awal kemunculannya, penggunaan kain endek terbatas hanya digunakan oleh para bangsawan atau para tetua adat. Budayawan Bali Prof. Made Bandem kepada RRI di Denpasar, Rabu (24/2/2021) menjelaskan, dulunya kain endek atau yang disebut kain Bebali hanya digunakan pada upacara-upacara khusus seperti saat upacara adat perkawinan, potong gigi, upacara adat serta keagamaan lainnya.

“ Endek itu juga perkembangan dari Bebali yang isinya adalah untuk upacara keagamaan. Ketika kemudian dibuatkan desain-desain baru, motif-motif baru menjadilah ia kain –kain biasa untuk adat, untuk ke pura, untuk ke banjar itu perekembangannya,” Ucap Bandem.

Pembuatan kain endek mulai tersebar luas, tidak hanya di daerah Klungkung saja. Masyarakat Bali berusaha menjaga kelestariannya dengan mempertahankan proses pembuatan yang tradisional. Dikatakan, saat ini, kain endek sudah dapat dikenakan oleh masyarakat luas. Dalam perkembangannya, kain endek juga mulai dijadikan seragam di kantor pemerintahan, kantor swasta, hingga sekolah.

Prof. Made Bandem menjelaskan, Kain Endek Bali merupakan kain yang dibuat dengan metode ikatan ganda atau dobel ikat. Sentra pembuatan kain tradisional endek di Sidemen-Karangasem. Menurutnya upaya memperkenalkan kain endek ke tingkat nasional sesungguhnya sudah dimulai sejak tahun 1979 saat Bali dipimpin Prof. IB Mantra.

“  Saat itu setiap pejabat Negara yang datang ke Bali untuk membuka ajang Pesta Kesenian Bali diberikan kain endek,” imbuhnya.

Prof Bandem menyambut baik diberlakukannya SE Gubernur Bali terkait penggunaan kain endek Bali setiap hari selasa sebagai upaya melestarikan kain tradisional Bali. Apalagi saat ini rumah mode dari Prancis Christian Dior menggunakan endek sebagai motif desain international.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00