ASITA Dukung PSBB di Jawa dan Bali

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali, Komang Takuaki Banuartha. (KBRN)

KBRN, Denpasar : Pemerintah pusat akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa dan Bali. Khusus Bali, PSBB akan diterapkan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung mulai 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021. 

Suasana perayaan HUT ke-50 ASITA. (KBRN)

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali, Komang Takuaki Banuartha mendukung pemberlakukan PSSB. 

"Setuju tidak setuju, itu sudah menjadi imbauan pemerintah. Mungkin dari balik PSBB tersebut ada rencana besar pemerintah buat kita semua di Indonesia. Jadi menurut saya kalau buka tutup pun itu dampaknya tidak baik. Lebih baik kalau memang ada imbauan ya diteruskan saja, sampai kapan kita aman, disanalah nanti kita berjuang kembali," ungkapnya disela-sela peringatan HUT ke-50 ASITA sekaligus peresmian Sekretariat DPD ASITA Bali, di Denpasar, Kamis (7/1/2021). 

"Namun demikian saya ingatkan juga agar imbauan dan apapun itu, pemerintah jangan mengumumkannya mendadak. Jadi kekecewaan itu timbul pada saat pemerintah mendadak mengumumkan kebijakan. Tetapi kita sebagai pelaku pariwisata akan selalu tunduk dengan aturan dan keputusan pemerintah," lanjutnya. 

Peresmian Sekretariat DPD ASITA Bali. (KBRN)

PSBB di Jawa dan Bali kata Komang Banu tidak akan berdampak signifikan terhadap sektor kepariwisataan. Alasannya, rentang waktu penerapan PSBB merupakan low season didalam kalender wisata.

Selain itu, PSBB juga disebut lebih bersifat pembatasan waktu. Kegiatan dinilai tetap berjalan normal, karena yang dibatasi hanya waktunya saja.

"Saya pikir sih tidak berdampak signifikan. Karena kemarin saja, memang kita dibanjiri wisatawan pada saat liburan Natal dan Tahun Baru. Saya lihat tanggal 4 Januari 2021, dan tanggal 5 Januari 2021 penerbangan balik mulai banyak ya. Tanggal 5 Januari 2021 saya dengar ribuan wisatawan sudah pulang ke daerahnya masing-masing. Jadi sekarang sudah mulai sepi lagi," ujarnya. 

Komang Banu berharap, kebijakan PSBB di Jawa dan Bali ditambah proses vaksinasi Covid-19, mempercepat berakhirnya pandemi di Indonesia. Jika pandemi berakhir, diyakini mampu mengakselerasi pemulihan perekonomian dan kepariwisataan Tanah Air. 

"Kita juga ingin keseriusan pemerintah untuk menyalurkan vaksin ini. Memang digarda terdepan adalah tenaga medis. Setelah itu saya meminta agar pelaku pariwisata yang bersentuhan langsung dengan wisatawan divaksin juga. Harapannya, jika pelaku wisata sudah divaksin, dunia internasional akan melihat keseriusan kita, yang kemudian wisatawan akan merasa nyaman dan aman datang ke Bali," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00