'The Power of Emak-emak' Katrol Ekonomi Bali

Ketua Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bali, Agus Permana Widura (APW). (KBRN)

KBRN, Denpasar : Pandemi COVID-19 membuat perekonomian Bali terseok-seok dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan pada kuartal III-2020, pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata menyentuh minus 12,28 persen. 

Ketua Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bali, Agus Permana Widura (APW) mengakui, perputaran ekonomi belum menunjukkan tren positif. 

Kondisi ini dikatakan sangat berpengaruh terhadap eksistensi pelaku usaha, baik mikro, kecil, menengah maupun besar. Bahkan di HIPMI Bali, pandemi COVID-19 mengakibatkan 80 persen anggota gulung tikar. Kalaupun tidak bangkrut, mereka harus memutar otak untuk mencari alternatif usaha lain. 

Beberapa lini usaha yang disebut mampu bertahan dimasa pagebluk corona, diantaranya retail dan pusat kecantikan. 

"Ketika mereka masih bergerak di retail kebutuhan pangan mereka masih bergerak. Terus kecantikan itu juga masih cukup bergerak. Karena The Power of Emak-emak itu luar biasa. Mereka tetap ada perawatan," katanya kepada wartawan di Denpasar, Kamis (3/12/2020). 

"Ada beberapa yang saya lihat masih tetap berjalan. Dan pengusaha-pengusaha yang bekerjasama dengan BUMN itu masih jalan. Karena masih ada proyek dari pemerintah yang masih ada, walaupun jumlahnya sangat kecil," imbuhnya. 

Menyiasati kondisi selama pandemi COVID-19, HIPMI Bali kata APW telah menggulirkan program "Belanja dari Teman". Program itu diakui menjadi kiat pengusaha untuk bertahan didalam kondisi tidak biasa seperti saat ini.

"Memang saya melihat bahwa itu salah satu bagaimana kita tetap menjaga roda daripada bisnis di HIPMI. Jadi masih tetap jalan," ujarnya.

Guna mengoptimalkan program Belanja dari Teman, HIPMI Bali berencana membangun sebuah platform digital. Platform (peron) itu nantinya menjadi basis data seluruh usaha dari 500 anggota HIPMI Bali. APW berharap, platform ini akan menjadi rekomendasi bagi masyarakat ataupun wisatawan yang tengah berlibur di Pulau Seribu Pura.

"Platform ini akan kami rancang lebih sederhana dari marketplace," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00