Menatap New Normal, Keluarga Joger “Foya Poya” di Kintamani

KBRN, Denpasar: Tercatat sekitar 323 orang keluarga joger diboyong menuju objek wisata pemandian air panas Toya Devasya Kintamani Bangli.

Junior Chief Executive Officer Joger, Armand Setiawan Wulianadi kepada RRI Selasa, (1/12/2020) mengatakan kegiatan “Foya-foya” atau rekreasi ke wilayah Kintamani sebagai bagian rasa syukur keluarga joger diberi kesempatan kembali membuka gerai di masa pandemi.

Sebelum memutuskan kembali dibuka untuk umum Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah melakukan audit di Pabrik Kata-Kata Joger untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik. Termasuk sertifikasi CHSE sudah dikantongi dengan predikat memuaskan. Ia berharap pasca rekreasi ini, seluruh keluarga joger kembali survive baik secara fisik dan rohani untuk melawan pandemi covid-19.

“Kalau saya lihat ini masih masa pandemi, sehingga dengan kegiatan ini saya harapkan moril anak-anak keluarga joger tetap sehat, karena di dalam jiwa yang sehat terdapat badan yang sehat”, ujarnya.

Putra pemilik Pabrik kata-kata joger itu mengatakan momen ini juga menjadi kesempatan berbagi keluarga joger bagi para pelaku pariwisata yang terdampak akibat pandemi covid-19. Selama 6 hari kegiatan, kendaraan yang digunakan sebagian besar di sewa dari sopir travel yang hampir 9 bulan tanpa pemasukan akibat lumpuhnya pariwisata Bali. Selain itu destinasi wisata yang dikunjungi di wilayah Kintami juga memilih objek yang sempat lama tutup, sehingga dengan kunjungan keluarga joger mampu menghidupkan kembali operasional destinasi tersebut.

“Dengan ini kita juga ingin berbagi, karena kalau kita dapat omset atau penghasilan kalau terus di simpan, tidak baik juga. Apalagi saat kami sewa mobil, saya tanya sopir-sopir yang mengantar kami mereka bilang sudah nganggur delapan bulan. Ya semoga dengan ini mereka bisa happy”, ungkapnya.

Armand Setiawan Wulianadi memastikan meskipun melibatkan ratusan keluarga joger, namun protokol kesehatan selama kegiatan tetap menjadi prioritas. Dari jumlah 323 keluarga Joger dibagi menjadi 6 kelompok, dan diberikan waktu rekreasi bergantian selama sepekan. Termasuk kendaraan yang berkapasitas 16 orang, hanya diisi 12 orang saja, untuk tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00