Keluarga Joger Tetap Survive di Tengah Pandemi

“Terima kasih sekali kepada keluarga joger yang telah mempercayakan dan memberdayakan kami di sini menjadi keluarga joger”, ungkapnya.

Itulah ungkapan perasaan yang dilontarkan Pemandu wisata asal Buleleng Ketut Suryandana yang kini diberdayakan di Pabrik Kata-kata Joger bersama 60 guide lainnya untuk membantu melayani para pengunjung.

Ditemui RRI Jumat, (23/10/2020), Ketut Suryandana mengatakan akibat pandemi covid-19, dirinya harus menerima nasib 7 bulan tanpa penghasilan. Dengan ijinkan beraktifitas di Joger, ia kembali memperoleh penghasilan untuk menghidupi keluarganya.

“Seperti diketahui, pariwisata sekarang tidak ada tamu, kami selama 7 bulan tidak dapat penghasilan, terbayang bagaimana nasib kami selama ini”, tuturnya.

Pandemi covid-19 yang hingga kini belum mereda telah menimbulkan dampak di segala sektor. Namun bagi seluruh keluarga joger kondisi ini merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan penuh syukur. Hal itu ditegaskan pendiri Pabrik Kata-kata Joger Joseph Theodorus Wulianadi yang akrab disapa Mr. Joger. Bahkan secara khusus ia mengeluarkan surat imbauan bagi seluruh keluarga joger untuk tidak menerima apalagi meminta bantuan yang justru akan menambah beban pemerintah di masa sulit ini.

“Kita yang terpenting itu adalah bersyukur. Kalau ada kejadian apa itu memang diluar keinginan kita, jadi jangan terllau bertanggung jawab, tapi jangan juga terlalu tidak bertanggung jawab, harus disadari, dipahami, dan diterima kenyataan ini”, tegasnya.

Ditempat sama Junior Chief Executive Officer Joger, Armand Setiawan Wulianadi mengatakan akibat pandemi covid-19, memaksa joger menutup operasional toko sejak Maret lalu, dan baru dibuka kembali 1 Oktober ini namun dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Puluhan tahun sebelum pandemic kami juga sudah mulai exis. Makanya di sini kami bersyukur punya pemimpin seperti pak Joger yang memang tidak rakus dan serakah mengais rejeki, sehingga saat ada pandemi seperti ini kami tidak terlalu menderita”, ujarnya.

Putra pendiri Joger itu menegaskan meski kondisi sulit, namun tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bagi karyawan atau yang disebut keluarga joger. Justru sebagai bentuk simpati dan pelayanan sosial, Joger merangkul  60 guide untuk beraktifitas di joger.

Tak hanya pemberdayaan para guide, tetapi joger yang saat ini dapat disebut sebagai bapak angkat cabang olahraga karate di Bali juga tetap menyediakan fasilitas berlatih para karateka terbaik Bali yang diproyeksikan menuju PON 2021. Hal tersebut mendapat apresiasi tinggi Sekum Pengprov FORKI Bali Ardy Ganggas yang juga selaku Binpres Pengurus Pusat FORKI.

“Hanya satu kata buat keluarga joger “Amazing” kita mendoakanmudah-mudahan saat pandemi ini mereka bisa segera recovery dan selalu survive, sehingga bisa berbuat terus untuk keluarganya”, pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00