Eksport Manggis DItengah Pandemi Terkendala Transportasi

Eksportir Manggis Terkendala Transportasi

KBRN, Tabanan :   Masa Pandemi Covid-19 telah membatasi ekspor manggis dari Bali ke Cina karena terkendala transportasi. Sejak penerbangan dari Bali ke Cina ditutup pada Februari lalu eksport manggis ke Cina terpaksa dilakukan melalui jalur laut yang memerlukan waktu jauh lebih lama dibandingkan melalui jalur udara.

Ekpsortir manggis Jero Putu Tessan kepada RRI di Tabanan , Rabu (21/10) menjelaskan, panjangnya waktu yang diperlukan ketika ekspor  dilakukan melalui jalur laut mempengaruhi kwalitas manggis tersebut saat tiba di Cina.

Jero Putu Tessan mengatakan dengan kondisi tersebut maka pengusahan terpaksa membeli manggis dari  petani dengan harga yang lebih murah dibandingkan sebelum Pandemi.

" Sebelum pandemic, pengusaha membeli manggis dari petani diharga 20-25 ribu perkilogram. Namun saat pandemic dan pengiriman melalui jalur laut pengusaha hanya mampu membeli manggis dari petani 10-15 ribu rupiah perkilogram," ucapnya.

Jero Putu Tessan yang juga ketua asosiasi eksportir manggis Indonesia mengatakan, Pemprop Bali pernah menawarkan agar pengiriman manggis lebih cepat bisa dilakukan melalui udara hanya saja melalui Singapore tidak langsung ke Cina. Namun setelah dihitung biaya operasionalnya tinggi  sehingga diputuskan kembali melalui jalur laut. Dikatakan, musim manggis di Bali biasanya  datang  awal Bulan Nopember sampai Maret/April. Diharapkan pada bulan tersebut eksport manggis dari Bali bisa lebih meningkat meskipun belum bisa seperti saat sebelum pandemic sehingga dapat menggeliatkan perekonomian petani.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00