Indonesia di Jurang Resesi, HIPMI Bali Tawarkan 4 Strategi

Ketua BPD HIPMI Bali Agus Pande Widura. (KBRN)

KBRN, Denpasar : Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuatral III-2020. 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, pada kuartal III-2020, perekonomian Indonesia berpotensi mengalami kontraksi -2,9% hingga -1,1%. 

Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali, Agus Pande Widura mengatakan, pemerintah dapat melakukan beberapa langkah untuk menghindari jurang resesi. 

Pria yang akrab disapa APW itu mengaku, memiliki empat strategi dalam meminimalisasi kontraksi ekonomi global. Strategi pertama adalah mengoptimalkan belanja negara. Langkah itu kata Pande wajib melibatkan pengusaha lokal.

"Jadi saya sangat berharap adanya kerjasama baik antara pihak swasta, dalam hal ini HIPMI dengan pemerintah. Dimana beberapa pembangunan-pembangunan mungkin dilibatkan pengusaha lokal, untuk memajukan industri selain pariwisata," katanya kepada RRI di Denpasar, Kamis (24/9/2020). 

"Begitu banyak anak, cucu, dan cicit BUMN yang bisa menggerakkan industri, dengan catatan, seluruh peluang itu dikerjakan pengusaha lokal," sambungnya. 

Strategi kedua yaitu pemerintah membuka pintu ekspor bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). 

"Saya percaya di Bali ini begitu banyak ada UKM yang bisa bersaing untuk standar internasional. Ini mungkin bisa dibantu untuk dibukakan jalan dan dipermudah untuk prosesnya, agar ekspor ini bisa semakin terbuka," ungkapnya. 

Selanjutnya adalah stimulus ekonomi dari pemerintah kepada pelaku usaha di Bali. Pertumbuhan Bali kuartal II-2020 yang menyentuh -11% kata APW memerlukan perhatian serius. Apalagi Pulau Dewata sebagai lokomotif kepariwisataan Tanah Air, selama ini memiliki kontribusi signifikan bagi pendapatan negara. 

"Karena kita kan diatas rata-rata (devisa) selama ini. Tentunya pajak yang kita sumbangkan ke pemerintah itu juga cukup tinggi. Mungkin itu bisa diberikan stimulus-stimulus dulu kepada pengusaha di Bali, agar bisa menjalankan usaha-usahanya," ujarnya. 

Sedangkan strategi keempat dengan mengoptimalkan skema 'belanja dari teman'. Belanja dari teman disebut upaya konkrit dalam menekan perputaran uang tidak keluar dari Bali.

"Perputaran uang itu, saya berusaha agar saat ini jangan dikeluarkan dari Bali, tetapi bagaimana kita memasukkan uang ke Bali," ucapnya. 

Disinggung proyeksi kuartal III-2020, HIPMI memprediksi ekonomi Bali akan menyentuh angka -13%. Namun kondisi perekonomian akan kembali membaik, ketika sudah ada titik cerah soal vaksin COVID-19. 

"Tetapi jika kita tidak bisa menemukan vaksin diakhir tahun ini akan terasa berat buat kita. Namun jika kita sudah bisa menemukan vaksin dan kalau bisa diberikan kepada orang yang akan berlibur ke Bali, itu akan sangat bisa membalik keadaan. Kalau saya bilang akan ada 'New Games' nantinya, bagaimana kita bisa membangkitkan pertumbuhan negatif menjadi postifi," pungkas mantan Ketua DPD REI Bali tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00