Hadapi Pandemi COVID-19, Ini Kiat HIPMI Bali

Ketua BPD HIPMI Bali Agus Pande Permana Widura. (KBRN)

KBRN, Denpasar : Setidaknya sejak 7 bulan atau Maret 2020, pandemi COVID-19 mengubah tatanan kehidupan manusia. Pagebluk korona pun memberikan hantaman keras terhadap sektor perekonomian dan pariwisata Tanah Air. 

Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali, Agus Pande Permana Widura mengemukakan, saat ini sebagian besar pelaku usaha dalam kondisi bertahan.

Sikap wait and see itu juga dibarengi dengan pengurangan biaya operasional. Meski demikian, pengusaha tetap menjalankan strategi promosi dan pemberian diskon (potongan harga) bagi konsumen. Tujuannya adalah untuk tetap beroperasi ditengah pandemi korona. 

"Untuk anggota kami yang bergerak disektor yang berhubungan dengan kebutuhan pokok seperti retail kebutuhan rumah tangga atau dibidang kesehatan saat ini masih lebih baik kondisinya daripada yang bergerak dibidang pariwisata, tetapi tetap mengalami penurunan omzet karena daya beli masyarakat sudah menurun," ungkapnya kepada wartawan di Denpasar, Selasa (22/9/2020). 

Namun strategi itu tidak bisa diberlakukan pelaku usaha dibidang pariwisata. Alasannya, pariwisata adalah sektor yang sama sekali tidak bergerak selama pandemi korona. 

"Beberapa anggota kami yang bertumpu pada sektor pariwisata mengalami zero income dari usaha utamanya, tetapi mencoba bertahan dari unit usaha lainnya atau segera beradaptasi dengan banting setir ke usaha yang masih bisa berjalan saat ini," ucapnya. 

Menghadapi kondisi ini, HIPMI Bali kata Pande memberikan edukasi kepada anggota. Edukasi itu untuk membantu pemerintah dalam upaya menekan penyebaran virus korona. 

Selain edukasi, pihaknya juga melaksanakan pelatihan dan seminar bagi anggota. Seminar itu menitikberatkan pada upaya bertahan dimasa pandemi. 

"Kami juga mempromosikan untuk membeli jualan teman, jadi roda perekonomian sesama anggota masih bisa berputar," kata Agus Pande. 

Secara eksternal, mantan Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Bali itu meminta, pemerintah pusat dan daerah lebih meningkatkan sinergitas. Koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah juga sangat diperlukan. 

Melalui sinergi dan koordinasi, ia berharap, menghasilkan kebijakan yang bisa dieksekusi dan dikontrol secara cepat sekaligus cermat, utamanya bagi perekonomian Bali yang terkena dampak paling parah. 

"Bali yang terkena dampak paling parah secara eknomi berharap ada perhatian khusus dari pusat karena Bali hanya mengandalkan pariwisata dan selama wisatawan lokal dan asing belum bisa datang ke Bali pemerintah diharapkan bisa membantu eknomi Bali misalnya dengan BLT atau bansos, subsidi tagihan PLN, dan keringanan pajak kendaraan bermotor. Sehingga ekonomi di Bali tetap bisa berputar walaupun pastinya melambat," tegasnya. 

"Harapannya pandemi segera berakhir. Jikalau belum, berharap pemerintah segera bertindak tegas dalam mengeksekusi kebijakan yang diambil untuk menekan angka penyebaran COVID-19, sehingga penyebarannya ini bisa dikendalikan," pungkas Ketua BPD HIPMI Bali, Agus Pande Permana Widura.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00