Pariwisata Kawasan The Nusa Dua Kembali Bergerak

KBRN, Nusa Dua : Jumlah kamar tersedia (room available) di destinasi pariwisata terpadu yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola destinasi pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, NTB ini, terus meningkat.

Situasi itu terjadi sejak pembukaan kembali kawasan pariwisata The Nusa Dua bagi kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) bertepatan dengan pembukaan Bali pada 31 Juli 2020. 

Hingga saat ini, kamar hotel tersedia mencapai 3.685 yang dioperasikan oleh 12 tenant hotel. Jumlah tersebut meningkat dari 2.410 kamar yang dioperasikan 7 tenant hotel sebelum 31 Juli 2020. 

Selain 12 tenant hotel, telah beroperasi juga Bali Collection dan Museum Pasifika, yang semuanya telah memperoleh Sertifikat Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Bidang Pariwisata yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Sertifikat Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru Bidang Pariwisata merupakan syarat pengoperasian usaha dan destinasi di era new normal. 

Diluar itu masih ada 13 tenant yang tengah dalam proses sertifikasi, dan sebagai sebuah destinasi pariwisata terpadu, The Nusa Dua sendiri juga telah memperoleh Sertifikat Protokol Tatanan Kehidupan Era Baru.

Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan mengakui, bisnis pariwisata di The Nusa Dua mulai berangsur-angsur bergerak kembali.

"Hal itu ditunjukkan melalui peningkatan jumlah kamar tersedia dan atraksi di dalam kawasan yang siap menerima kunjungan wisatawan. Peningkatan operasional ini kami barengi dengan penyiapan dan monitoring penerapan protokol kesehatan tersertifikasi yang ketat, untuk menjadikan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata yang aman dan nyaman di tengah pandemi," ungkapnya dalam siaran pers yang diterima RRI, Senin (14/9/2020). 

ITDC terapkan protokol kesehatan secara ketat di kawasan The Nusa Dua. (Istimewa)

Sementara Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita menyebut, penyiapan protokol tersertifikasi telah meningkatkan kepercayaan stakeholders terhadap The Nusa Dua.

Kepercayaan itu tercermin dari mulai meningkatnya occupancy rate dan terselenggaranya sejumlah kegiatan instansi pemerintah maupun swasta. 

"Meningkatnya jumlah kamar tersedia, occupancy rate, serta jumlah kegiatan di The Nusa Dua, telah memberikan dampak terhadap bekerjanya kembali pekerja wisata yang selama ini dirumahkan serta peningkatan taraf ekonomi mereka karena sudah bisa mulai bekerja kembali. Kami menyambut gembira geliat positif ekonomi ini, namun kami akan tetap memastikan penerapan protokol kesehatan oleh semua pihak di dalam kawasan, karena masalah kesehatan tetap merupakan prioritas kami sebagai pengelola kawasan," ujarnya. 

Ardita menjelaskan, sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan di Kawasan The Nusa Dua, pemeriksaan kesehatan dimulai dari pintu gerbang utama dengan melakukan pemeriksaan kendaraan dan pengunjung, pemeriksaan identitas diri dan reservasi tempat yang dituju yang merupakan salah satu syarat masuk ke Kawasan The Nusa Dua. 

"ITDC akan memastikan wisatawan menggunakan masker selama beraktivitas dalam kawasan, selalu mencuci tangan dengan teratur dan melakukan physical distancing," katanya. 

"Untuk memastikan pelaksanaan physical distancing, ITDC menerapkan crowd management dengan membatasi jumlah pengunjung di suatu lokasi maksimal 25 orang, dan menerapkan Queue and Interaction Management dengan mengatur jarak antrian pengunjung sehingga dapat mencegah penumpukan pengunjung," sambung mantan General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Lombok tersebut. 

ITDC juga kata Ardita, menggunakan sistem cashless berupa penggunaan sistem QRIS untuk transaksi wisatawan di seluruh area The Nusa Dua. Sistem cashless dipastikan akan mengurangi interaksi melalui sentuhan. 

Selain menggunakan QRIS, pengunjung dapat menggunakan debit dan kartu kredit semua Bank, E – Wallet, E – Money semua bank, dan Online Channel untuk bertransaksi.

Fasilitas lain sebagai penunjang pelaksanaan protokol kesehatan juga telah disiapkandidalam kawasan antara lain tempat cuci tangan sebanyak 5 lokasi, signage physical distancing sebanyak 14 titik dan toilet. 

Untuk memastikan tingkat hygene kawasan, kegiatan penyemprotan disinfektan juga dilakukan secara rutin dan terjadwal sebanyak 2 kali sehari. Sebagai pengelola kawasan, ITDC juga terus memberikan himbauan kepada tenant dan pengunjung agar selalu menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten.

“Kami terus melakukan promosi kawasan The Nusa Dua dan menginformasikan protokol kesehatan yang telah kami terapkan melalui berbagai kanal komunikasi agar kepercayaan masyarakat terhadap keamanan The Nusa Dua terus meningkat sehingga mereka tidak ragu untuk memilih The Nusa Dua sebagai tempat berwisata mereka di masa tatanan kehidupan era baru ini," ucapnya. 

"Kami percaya dengan protokol kesehatan yang telah kami terapkan serta dukungan dari semua pihak untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten, kawasan The Nusa Dua akan terus steril dari penularan COVID-19 sekaligus dapat membangkitkan kembali bisnis pariwisata di The Nusa Dua dan Bali,"  tutup Ngurah Ardita.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00