Ratusan Ribu Lebih Karyawan Swasta di Bali Nantikan Subsidi Pemerintah

KBRN, Denpasar: Pemerintah akan memberikan bantuan berupa subsidi gaji kepada para pegawai swasta yang gajinya di bawah Rp5 juta per bulan. Hal ini dilakukan pemerintah sebagai upaya untuk mendorong konsumsi atau daya beli masyarakat di kuartal III-2020 demi mencegah resesi ekonomi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Arda dihubungi RRI Rabu, (12/8/2020) mengatakan secara resmi memang belum ada surat ataupun perintah resmi dari Pusat terkait mekanisme pemberian bantuan tersebut. Namun melihat perkembangan berita di media Disnaker terus berkoordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Wilayah Bali, Nusa Tenggara, Papua (Banuspa).

Terkait data penerima bantuan tersebut mengacu kepada data peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sampai saat ini data yang terhimpun khususnya bagi calon penerima yang memiliki rekening jumlahnya mencapai 144.039 orang. 

"Yang sudah terdata sampai saat ini, mereka yang sudah punya rekening jumlahnya yang terhimpun untuk sementara ini 144.039 orang", ujarnya.

IB Ngurah Arda mengakui  dalam bantuan ini pastinya belum mampu mengakomodir semua pekerja swasta yang ada di Propinsi Bali, termasuk bagi karyawan yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan belum memiliki rekening.

"Kita masih menunggu regulasi Pusat untuk karyawan swasta yang nantinya tidak terakomodir. Tapi selama ini bila dicermati sudah ada beberapa bantuan yang disalurkan oleh Kementerian Sosial, Kementerian Pariwisata termasuk dari Pemprop Bali", ungkapnya.

Kadisnaker Propinsi Bali itu juga belum mengetahui pasti waktu pencairan dana bantuan tersebut. Tetapi dari informasi yang beredar minimal September mendatang diharapkan sudah langsung diterima para pekerja melalui rekeningnya masing-masing.

Sementara itu salah seorang pekerja swasta Putu Suardana asal Karangasem mengapresiasi langkah strategis yang dilakukan pemerintah membantu para karyawan swasta. Namun sampai saat ini dari perusahaan tempatnya bekerja memang belum ada informasi apakah dirinya menerima bantuan tersebut atau tidak.

"Saya kira itu sangat bermanfaat karena sekecil apapun bantuannya dalam kondisi seperti sekarang ini pasti sangat berguna. Tapi memang masalahnya tidak semua mendapatkannya, ada yang dapat ada yang tidak, termasuk saya sendiri juga belum tahu dapat atau tidak", ujarnya.

Suardana berharap bantuan tersebut terealisasi dengan baik, sehingga sesuai tujuan pemberian bantuan itu mendorong konsumsi dan daya beli masyarakat dapat segera tercapai .

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00