Pemulihan Pariwisata Bali, Pemerintah Diminta Lakukan Ini

Aktivitas di Bandara Ngurah Rai. (Istimewa)

KBRN, Nusa Dua : Pemerintah Provinsi Bali telah membuka sektor kepariwisataan sejak Kamis 9 Juli 2020. Pembukaan tahap II itu ditujukan bagi wisatawan domestik. 

Sedangkan Jumat 11 September 2020, Gubernur Bali Wayan Koster merencanakan untuk membuka sektor plesiran secara utuh. 

Langkah tersebut menjadi strategi pemulihan kepariwisataan Pulau Seribu Pura. Namun kebijakan itu wajib diikuti penerapan protokol kesehatan secara ketat. 

Rombongan site inspection dari travel agent dan pegiat kepariwisataan Bali. (Istimewa)

Anggota Asosiasi Biro Perjalanan dan Wisata (ASITA) Bali, Fransiscus Adirahmawan mengapresiasi kebijakan pemerintah. Namun pemulihan pariwisata katanya tetap memerlukan sentuhan nyata pemerintah. 

Dukungan riil itu diantaranya dengan pemberian stimulus. Stimulus yang dimaksud adalah berupa subsidi untuk menutupi biaya tambahan yang ditanggung pelaku pariwisata. Dengan subsidi dari pemerintah, pegiat sektor plesiran tentu tidak akan membebani biaya tambahan kepada wisatawan. 

"Pemerintah perlu memberikan stimulus. Namun hal penting lain yang perlu dilakukan pemerintah adalah menekankan kepada semua pihak untuk meningkatkan kualitas pelayanan, itu yang harus kita benahi dulu. Karena apapun yang terjadi, kedepannya semua itu perlu, istilahnya biayanya itu pasti lebih. Seperti misalnya kita memerlukan hand sanitizer, masker dan lain sebagainya, jadi itu kan juga ada perhitungan," katanya kepada RRI di Nusa Dua, Selasa (11/8/2020). 

"Misalnya bus yang seharusnya 40, kita tidak mungkin bisa memberikan 40, pasti 20. Itu dari segi biaya, pasti naik sedikit. Tetapi bagaimana kita disini, standar pelayanan kita yang harus diperhatikan. Untuk hotel dan lain-lain, itu juga harus diubah tatanannya," sambungnya. 

Secara umum ia menyebut, akomodasi pariwisata di Bali sudah siap menerima pelancong, baik nusantara maupun mancanegara. Akomodasi wisata seperti hotel dan restoran termasuk daya tarik wisata (DTW) dipastikan telah taat dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. 

Namun ada satu catatan yang pihaknya tekankan pasca melakukan site inspection ke beberapa lokasi. Catatan penting itu soal fleksibilitas layanan wisatawan/penumpang di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. 

"Di Bandara agar bagaimana kita tidak terlalu dipersulit. Jadi tamu-tamu itu bisa lebih mudah untuk masuk. Karena kita percaya, dibidang pariwisata pasti melakukan protokol kesehatan," ungkap perwakilan Abraham Tour tersebut. 

"Dipersulit itu dalam hal bagaimana kita interaksi dan lain sebagainya. Contohnya tadi ketika kita site inspection, susah juga untuk mendapatkan akses. Kedepannya kita berharap, baik bandara, Angkasa Pura dan semuanya itu, kita bisa saling berkolaborasilah sama-sama," lanjutnya. 

Sejak dibuka kembali, sektor kepariwisataan Bali diakui sudah mulai menggeliat. Kondisi itu dilihat dari tingkat kunjungan wisatawan nusantara ke Pulau Dewata. 

"Respon wisatawan untuk domestik saat ini sebenarnya sudah baik. Hanya saja dari kawan-kawan kita, travel agent di Indonesia, khususnya diluar Bali, menunggu gongnya kita yang ada di Bali. Kapan sih sebenarnya Bali siap. Makanya kita mengadakan site inspection ini, untuk kedepannya meyakinkan mereka, bahwa Bali ini sudah siap untuk dikunjungi wisatawan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00