Gelar Pasar Gotong Royong, OJK Bantu Geliatkan Ekonomi Bali

OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara menggelar Pasar Gotong Royong. (KBRN)

KBRN, Denpasar : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara menggelar Pasar Gotong Royong. 

Kegiatan yang melibatkan petani dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini merupakan penjabaran dari Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 15036 Tahun 2020 tentang Program Pasar Gotong Royong Krama Bali. 

SE yang diumumkan pada penghujung Juli 2020 itu sebagai respon dari kemerosotan pertumbuhan perekonomian domestik akibat pandemi COVID-19. 

Turut hadir Gubernur Bali Wayan Koster, dan Anggota DPD RI Arya Wedakarna dalam pembukaan Pasar Gotong Royong di di Kantor OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara, Jumat (8/8/2020), 

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Elyanus Pongsoda memastikan komitmen pihaknya dalam mengadakan Pasar Gotong Royong. Tidak sendiri, OJK dalam Pasar Gotong Royong melibatkan sejumlah pihak seperti Perbarindo (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia), dan Himbara (Perhimpunan Bank Negara). 

"Sepanjang Agustus akan kita laksanakan, nanti kita lihat September, mudah-mudahan ekonomi sudah mulai bergeliat di Bali. Tetapi rencana kami saat ini, sepanjang Agustus akan kita laksanakan setiap hari Jumat. Dalam Pasar Gotong Royong ini kami mengundang teman-teman dari industri, dan kami bertahap. Hari ini kami undang Perbarindo Denpasar, itu ada sekitar 40an anggotanya. Mereka hadir untuk belanja disini. Sehingga apa yang disiapkan disini bisa laku terjual semua," katanya kepada wartawan 

Elyanus berharap, Pasar Gotong Royong dapat membantu distribusi dan penjualan hasil pertanian. Ia tak memungkiri, penutupan sejumlah akomodasi wisata seperti hotel dan restoran selama pagebluk korona, mengakibatkan penurunan permintaan hasil pertanian.

"Dampak dari pandemi COVID-19 ini kan hotel dan restoran belum beroperasi secara normal, sehingga hasil petani berupa sayur-mayur, telur, beras tidak terserap secara maksimal. Jadi kalau tidak ada permintaan barang, maka itu tidak akan terbeli. Kondisi itu membuat harga jual di petani sangat rendah. Kemudian bisa menjadi busuk. Sehingga ini program ini bisa membantu para petani, karena hasil-hasil dari pertanian itu bisa dijual di Pasar Gotong Royong," ujarnya. 

"Saya kira kita harus secara bersama-sama, semua pihak, stakeholders, melakukan sesuatu yang mungkin bisa menggerakkan kembali ekonomi, menggeliatkan kembali ekonomi, walaupun mungkin itu tidak terlalu banyak. Tetapi kalau kita melakukan secara serentak, saya kira ini akan ada hasilnya," lanjutnya.

Secara internal, seluruh pegawai OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara telah diimbau menyisihkan sebagian dari penghasilan bulanan. Gaji yang disisihkan kata Elyanus untuk dibelanjakan di Pasar Gotong Royong. 

"Untuk OJK sendiri, kami sudah mengimbau 100 pegawai OJK, sesuai arahan Pak Gubernur, kita perkirakan 10 persen pendapatan pegawai dibelanjakan selama Pasar Gotong Royong ini. Katakanlah pegawai pendapatan Rp5 juta, berarti kan Rp500.000 harus dibelanjakan di Pasar Gotong Royong," tegasnya. 

Sementara Gubernur Bali, Wayan Koster mengapresiasi komitmen OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara dalam mendukung program pemerintah. Ia berharap, seluruh dinas dan lembaga/instansi vertikal juga rutin melaksanakan Pasar Gotong Royong.

"Pasar Gotong Royong ini saya inisiasi atas dasar arahan Bapak Presiden dalam upaya memulihkan perekonomian warga terdampak pandemi COVID-19. Saya juga sudah mengintruksikan agar PNS atau ASN dilingkungan Pemerintah Provinsi Bali menyisihkan 10 persen gajinya untuk berbelanja di Pasar Gotong Royong," tutup Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00