FOKUS: #TATANAN KEHIDUPAN BARU

Digitalisasi UMKM Kiat Bertahan dalam Tatanan Kehidupan Baru

Digitalisasi UMKM Kiat Bertahan dalam Tatanan Kehidupan Baru. (Istimewa)

KBRN, Denpasar : Pandemi COVID-19 memberikan hantaman keras terhadap sektor perekonomian global termasuk Indonesia. 

Banyak kalangan memprediksi, pertumbuhan perekonomian dalam negeri akan menyentuh titik terendah, yaitu minus 4,79% pada kuartal II 2020. 

Kontraksi perekonomian Tanah Air diikuti gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemerintah merilis, angka PHK akibat pagebluk korona mencapai 3,05 juta orang. 

Sejumlah cara harus dilakukan untuk menyiasati kondisi tersebut. Salah satunya dengan merangsang eksistesi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

Merespon situasi yang terjadi sepanjang pandemi COVID-19, Grab Indonesia meluncurkan #TerusUsaha, Selasa (4/8/2020). Program #TerusUsaha merupakan upaya UMKM di Bali dalam beradaptasi dan berkembang di era Tatanan Kehidupan Baru.

Head of East Indonesia, Grab Indonesia, Halim Wijaya menjabarkan, program ini mencakup berbagai inisiatif akselerasi khusus untuk melatih dan meningkatkan keterampilan UMKM. Kami juga akan memberikan iklan gratis untuk membantu mereka meningkatkan visibilitas secara online sehingga dapat meningkatkan penjualan, juga microsite yang dirancang khusus bagi UMKM untuk memberikan tips dan juga pengetahuan lainnya agar mereka dapat mengembangkan bisnisnya," ungkapnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/8/2020). 

"#TerusUsaha merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang Grab untuk mempercepat digitalisasi bisnis tradisional dan kecil, sekaligus mendukung program #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah," lanjutnya. 

Digitalisasi UMKM Kiat Bertahan dalam Tatanan Kehidupan Baru. (Istimewa)

Halim Wijaya mengemukakan, Grab memiliki komitmen besar dalam mendorong bisnis kecil dan tradisional di Bali bertransformasi digital. 

“Para pelaku usaha dari semua sektor termasuk pariwisata di Bali jelas terkena imbas dari pandemi yang terjadi. UMKM tentunya diharapkan bisa menjadi sektor lokomotif, atau penggerak ekonomi di Bali. Digitalisasi menjadi sebuah hal yang mendesak, mengingat perubahan perilaku konsumen yang tengah terjadi, sekaligus manfaatnya untuk menghemat waktu dan biaya operasional," ucapnya. 

"Program #TerusUsaha yang kami hadirkan di Bali bertujuan mendukung percepatan digitalisasi UMKM melalui rangkaian pelatihan dan pemanfaatan teknologi yang sejalan dengan komitmen jangka panjang GrabForGood. Kami berharap pelaku industri pariwisata dan UMKM di Bali bisa bangkit dan siap menyambut siklus bisnis baru di era new normal ini dengan teknologi," sambungnya. 

Ia membeberkan, program #TerusUsaha menawarkan berbagai solusi untuk percepatan digitalisasi UMKM Bali. Sejumlah program itu seperti Peningkatan visibilitas dan permintaan, Pemberian pelatihan keterampilan dan pertumbuhan bagi bisnis kecil serta Menciptakan kesempatan pendapatan baru bagi mereka yang membutuhkan. 

Peningkatan visibilitas dan permintaan dijabarkan melalui dukungan usahawan lokal. 

"Mulai minggu ini, Grab akan membantu puluhan ribu UMKM untuk meningkatkan visibilitas online dan meningkatkan penjualan melalui penyediaan iklan gratis khusus pada laman utama aplikasi. Grab juga akan memberikan ruang untuk beriklan di media sosial dan saluran digital Grab, serta influencer media sosial yang bekerja sama dengan Grab. Pelanggan akan diarahkan pada laman transaksi langsung saat meng-klik iklan ini," tuturnya. 

Sedangkan dalam pemberian pelatihan keterampilan dan pertumbuhan bagi bisnis kecil dituangkan menjadi 2 aksi strategis, meliputi portal www.grabfood.id, dan program Grab #TerusUsaha akselerator UMKM. 

"Portal www.grabforgood.id yang memberikan ruang bagi jutaan UMKM untuk mencari tips terkait pengembangan bisnisnya, inspirasi dari bisnis kecil yang sukses, dan menemukan cara bergabung dalam ekosistem digital Grab," sebutnya. 

"Program ‘Grab #TerusUsaha Akselerator UMKM yang bermitra dengan Sahabat UMKM dan Google Gapura Digital dalam menyediakan program pelatihan dan dukungan bagi pemilik usaha kecil di Indonesia yang difokuskan pada Business Assessment, Product Review, dan Konsultasi. Dari 500 UMKM dari puluhan provinsi di Indonesia yang telah mendaftarkan diri mereka untuk mengikuti program ini, sebanyak 50 peserta telah terpilih dan ada juga yang berasal dari Bali. Peserta terpilih akan mengikuti pelatihan intensif serta berbagai sesi bimbingan selama 2,5 bulan seputar legalitas, pemasaran, literasi keuangan, pengelolaan sumber daya, permodalan, hingga daya saing produk mulai minggu ini," imbuhnya. 

Sementara dalam menciptakan kesempatan pendapatan baru bagi mereka yang membutuhkan, Grab mengoptimalkan dua langkah, yaitu aplikasi GrabMerchant, dan Agen Individu GrabKios. 

Digitalisasi UMKM Kiat Bertahan dalam Tatanan Kehidupan Baru. (Istimewa)

GrabMerchant kata Halim Wijaya adalah sebuah aplikasi all-in-one untuk UMKM yang bergerak di sektor kuliner. Aplikasi itu akan memudahkan mereka menjalankan bisnis secara menyeluruh. Dengan aplikasi ini, para mitra UMKM dapat mendaftar menjadi merchant GrabFood, memasukkan profil karyawan, berbelanja barang-barang keperluan, membuat iklan, hingga mendapatkan laporan penjualan dengan mudah. Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis melalui Play Store dan Google Play.

"Agen Individu GrabKios ditujukan bagi individu yang mata pencahariannya terdampak akibat COVID-19, mereka dapat bergabung menjadi agen individu GrabKios untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Mereka dapat menawarkan berbagai produk finansial dan digital, seperti pengiriman uang, pembelian produk asuransi mikro, pembayaran tagihan, dan pengisian pulsa melalui aplikasi GrabKios kepada 170 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses perbankan. Proses pendaftaran dan verifikasi hanya memerlukan waktu 24 jam melalui aplikasi GrabKios," bebernya. 

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Sunarta menyambut baik berbagai solusi yang dihadirkan Grab dalam Program #TerusUsaha.  

"Karena pandemi ini, roda perekonomian Provinsi Bali yang ditopang oleh pariwisata merasakan dampak yang sangat luar biasa. Rangkaian solusi dari Grab ini sejalan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali dalam hal pemulihan dampak COVID-19, salah satunya meliputi relaksasi peningkatan kualitas SDM, bantuan teknologi, promosi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), karena kami percaya bahwa UMKM merupakan penyelamat perekonomian. Semoga inovasi program dari Grab ini juga dapat membantu para pelaku usaha dan UMKM lebih siap menghadapi tatanan kehidupan baru dan memanfaatkan IT sebaik-baiknya. Pemerintah pun tidak lupa mengajak masyarakat dan pelaku UMKM di Bali agar dapat memanfaatkan program digitalisasi yang ditawarkan oleh Grab dengan baik," kata Gubernur Koster dalam sambutannya. 

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Badung, I Made Widiana pun mengapresiasi program #TerusUsaha yang diluncurkan Grab di Bali. 

"Saya percaya bahwa digitalisasi akan menyelamatkan mereka yang selalu ingin terus berusaha di tengah kondisi dunia yang seperti ini. Digitalisasi bukanlah hanya sebuah tren sesaat dan akan menghilang dalam beberapa waktu ke depan. Namun, platform digital merupakan masa depan dari sebuah kemajuan perekonomian. Pemerintah sangat berterima kasih kepada Grab yang sudah mendukung para UMKM untuk lebih maju dan berkembang dengan digitalisasi. Diharapkan dengan program ini akan ada banyak UMKM yang ikut ambil bagian dalam solusi yang diberikan oleh Grab," tukasnya. 

Pemilik Restoran Ayam Geprek Bu Deasy, David Gunawan pada kesempatan yang sama mengaku, digitalisasi membuat bisnisnya tetap bisa dijangkau dengan mudah oleh para pelanggan sehingga usahanya tetap berjalan lancar meskipun wabah COVID-19 menyerang. 

"Sudah sejak lama saya menjadi mitra Grab, mulai dari menjadi mitra pengemudi GrabCar hingga kini bisa memiliki usaha dan langsung bergabung menjadi mitra merchant GrabFood dan GrabKitchen. Teknologi cloud kitchen dari GrabKitchen membuat saya merasa seperti memiliki outlet tambahan tanpa mengeluarkan investasi yang besar. Restoran saya kini bisa menambah dua karyawan baru sehingga total karyawan yang saya miliki sekarang berjumlah lima orang," ucapnya. 

"Sejak pandemi, penjualan Ayam Geprek Bu Deasy di GrabKitchen Renon meningkat hingga dua kali lipat dibanding outlet utama yang mengalami penurunan omzet hingga 50%. Selain bisa mempertahankan omzet tetap berada di angka Rp100 juta dalam sebulan, usaha ini pun sedikit-banyak sudah mengubah hidup saya dan keluarga. Saya bisa mengumpulkan uang dan sekarang sudah bisa mencicil rumah," pungkas David Gunawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00