Untab Kolaborasi Pemkab Tabanan Gelar Webinar

KBRN, Denpasar: Universitas Tabanan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar Webinar bertajuk Dampak Pandemic Covid-19 Terhadap Perekonomian Kabupaten Tabanan pada Era New Normal, di Kampus setempat, Jumat (3/7/2020).

Rektor Universitas Tabanan Ir. I Gede Made Rusdianta, M.Agb seusai acara memberikan apresiasi atas kerjasama ini  untuk membedah berbagai persoalan di Kabupaten Tabanan. Ia berharap kedepan akan ada lagi webinar-webinar dengan topic yang berbeda sehingga memberikan kontribusi bagi Pemkab Tabanan dalam mengambil kebijakan.

“ Harapan saya ini bukan yang pertama dan terakhir tetapi berkelanjutan sesuai topic permasalahan yang ada di Tabanan. Mungkin sekarang perekonomian nanti apa lagi yang bisa diangkat , pendidikan misalnya. Kan ga mungkin semua permasalahan yang ada di Tabanan diangkat sekali dengan keterbatasan waktu,” ujarnya.

Rusdianta  menambahkan , penerapan New Normal di kabupaten Tabanan ini merupakan pilihan yang sangat sulit namun harus dilaksanakan, mengingat perekonomian semakin terpuruk. Menurutnya dalam penerapan ini pasti ada resiko, dan inilah tantangan Pemerintah bagaimana menyiapkan sarana dan prasarana yang lebih memadai.

Ia menambahkan penyelenggaraan webinar dimasa Pandemi ini juga merupakan salah satu implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi terkait pengabdian masyarakat. Dalam situasi New Normal peran Perguruan Tinggi dalam mengedukasi masyarakat menjadi penting sehingga masyarakat paham arti New Normal.

Sementara Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya mengajak masyarakat Tabanan untuk bangkit dengan semakin inovatif dan kreatif sehingga bisa bertahan hidup di era Pandemi COVID-19.  Dikatakan, berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Tabanan untuk mengatasi dampak COVID19 di Tabanan.

Dijelaskan, semua sector harus tetap bergerak ditengah Pandemi karena jika tidak akan berdampak pada sector ekonomi. Menurutnya karena Tabanan merupakan daerah pertanian , maka para petani dan sector-sektor pertanian tetap harus hidup dengan standar kesehatan.

“Produksi padi umpamanya, kalau petani itu menanam padi kan dia kena sinar matahari , sehingga bisa menjaga kesehatan , jaraknya berjauhan, tetap juga bisa melaksanakan kegiatan aktifitas, sector berkebun juga demikian, dan lain-lain,” ucapnya.

Dibidang pariwisata,  Komang Gede Sanjaya mengatakan sesuai rencana Pemprop Bali pada 9 Juli mendatang menerapkan pola tatanan kehidupan yang baru , Pemkab Tabanan telah melakukan edukasi penerapan protocol kesehatan di objek-objek wisata.

“ Perlahan-lahan kita sudah mulai khususnya kunjungan wisatawan local, yang dari Jakarta datang, Pelan-pelan ini memang berproses tidak seperti jaman dulu lagi, semua nanti pakai standar protocol kesehatan, ungkapnya.

Selain Wabup Sanjaya, Webinar tersebut juga menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Dr.I Ketut Djayastra yang mengajak masyarakat untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Tabanan.

Webinar ini diikuti ratusan peserta dari civitas akademika Universitas Tabanan dan masyarakat umum lainnya dengan moderator Dr. I Wayan Terimajaya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00