Unik, LPM Legian Gelar Lomba Layang-layang Virtual

Virtual Kite Festival. (Istimewa)

KBRN, Legian : Layang-layang menjadi salah satu alternatif dalam menghilangkan kejenuhan ditengah pandemi COVID-19.

Permainan tradisional ini bisa disebut sangat menghibur, ketika masyarakat tidak bisa beraktivitas secara normal.

Namun apa jadinya, jika kegiatan menerbangkan layang-layang dilombakan secara virtual?

Ya, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Legian mencoba inovasi baru berupa lomba layang-layang secara virtual.

Ketua LPM Kelurahan Legian, I Wayan Puspa Negara mengemukakan, pihaknya akan mengadakan Virtual Kite Festival, Senin (1/6/2020). Ide Virtual Kite Festival katanya tercetus dari kondisi dilapangan.

Menurutnya masyarakat mulai bosan melakukan berbagai aktivitas di rumah. Dan dalam waktu yang bersamaan, saat ini telah memasuki musim layang-layang.

"Apa kegiatan yang bisa kita lakukan ketika masyarakat bosan di rumah, ketika masyarakat masih work from home, activity from home, kemudian mereka tetap fokus pada kegiatan tidak keluar rumah, tetapi mereka harus bisa menikmatinya, akhirnya kita pikir, karena begitu memasuki musim layang-layang ini banyak layang-layang yang naik di rumah masing-masing. Akhirnya kita terbersit, bagaimana kalau kita lombakan secara virtual?," ungkapnya kepada RRI di kantor LPM Kelurahan Legian, Sabtu (30/5/2020).

Ketua LPM Kelurahan Legian I Wayan Puspa Negara. (KBRN)

Puspa Negara menjelaskan, Virtual Kite Festival merupakan lomba layang-layang secara online. Teknisnya adalah proses pendaftaran secara dalam jaringan (daring), kemudian peserta juga menaikkan layang-layang secara online dari rumah masing-masing.

"Lomba layang-layang virtual ini, kita ingin masyarakat agar tidak bosan di rumah, mereka ada kreativitas, yang tetap dalam social distancing, tetap dalam work from home, mereka bisa bekerja di rumah membuat layang-layang, kemudian mereka naikkan dari rumah, lalu mereka upload dalam waktu yang bersamaan," jelas mantan Anggota DPRD Badung tersebut.

Dijelaskan, masing-masing peserta wajib mengunggah video ketika menaikkan layang-layang dengan durasi 15 sampai 30 detik. Proses upload itu ditentukan pada Pukul 09.30 WITA, kemasing-masing akun media sosial baik Facebook maupun Instagram.

Setelah itu, peserta diharuskan mengumpulkan like dan viewers sebanyak mungkin dari pengguna media sosial. Sedangkan pada Pukul 17.00 WITA, seluruh peserta wajib melakukan screenshot hasil like dan view dari video tersebut, untuk kemudian dikirim ke laman LPM Kelurahan Legian.

Like dan viewer terbanyak kata Puspa Negara menjadi pertimbangan utama penentuan pemenang. Pemenang disebut berhak atas piala dan uang tunai sebesar Rp1 juta.

"Untuk saat ini target kita adalah untuk menyosialisasikan LPM. Karena LPM kita cenderung agak turun performanya. Sehingga masyarakat dilayang-layang itu wajib ada tulisan LPM Kelurahan Legian. Kedepan, kita ingin membuat layang-layang kreasi berkaitan dengan protokol COVID-19," katanya.

"Lomba virtual ini akan berlanjut. Tidak hanya sebatas layang-layang. Karena selama COVID-19 berlangsung, masyarakat kan banyak yang kreatif. Jadi khusus di lingkungan Legian, akan kita adakan lagi lomba virtual TikTok berpasangan suami istri, kemudian lomba virtual memasak di rumah suami istri, kemudian lomba bersih-bersih kebun di rumah dengan anggota keluarga," pungkas Puspa Negara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00