SPKLU Kini Hadir di Jalan Tol Bali Mandara

KBRN, Pelabuhan Benoa : PT. Jasamarga Bali Tol (JBT) mulai mengoperasikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jalan Tol Bali Mandara, Selasa (28/1/2020).

 

Dirut PT. Jasamarga Bali Tol (JBT), Enkky Sasono Anas menjelaskan, pengoperasian SPKLU untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa. SPKLU pertama di Jalan Tol Bali Mandara ini ditempatkan di Pool Ruas PT. Jasamarga Bali Tol dikawasan Pelabuhan Benoa.

 

"Untuk saat ini baru satu. Tapi kami berharap bisa ditempat yang lain. Awalnya ini kan di pintu Nusa Dua belok kiri itu ada lahan. Tetapi setelah kita hitung-hitung untuk manuvernya mobil dan sebagainya secara teknis lebih bagusan disini," katanya kepada wartawan disela-sela peresmian SPKLU dikawasan Pelabuhan Benoa, Selasa (28/1/2020).

 

Enkky menyebut, pendirian SPKLU ini merupakan inisiasi pihaknya bersama PT. PLN (Persero). Kedepan, jika pertumbuhan kendaraan listrik di Bali terbilang signifikan, pihaknya berencana untuk menambah unit SPKLU.

 

"Jadi kami belum berhitung secara bisnis. Dengan adanya Peraturan Presiden untuk percepatan kendaraan bermotor listrik yang diterbitkan oleh pemerintah pusat, kemudian Pak Gubernur menyambut baik dengan terbitnya Pergub 45 sama 48 itu, artinya ini sudah tersedia infrastrukturnya," ujarnya.

 

"Jadi kita membangun, membiasakan sesuatu yang baru itu tidak cepat. Oleh karenanya ini menjadi langkah awal. Kita sangat mendukung, apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah," lanjutnya Enkky.

 

General Manager UID (Unit Induk Distribusi) PLN Bali Nyoman S. Astawa pada kesempatan yang sama menyampaikan, SPKLU ini menjadi jawaban atas perkembangan kendaraan listrik didunia. Ia yakin, tidak lama lagi kendaraan listrik baik roda dua maupun empat di Indonesia akan mengalami pertumbuhan yang pesat.

 

"Karena itu kami bersama mitra ini ingin menciptakan eksosistem untuk bagaimana kita siap menghadapi masuknya teknologi ini. Mulai dari infrastruktur ketenagalistrikannya, charging stationnya. Kemudian skema bisnisnya seperti apa. Karena kan PLN tidak ingin sendirian disini," ucapnya.

 

Astawa menjabarkan, saat ini Bali sudah memiliki dua SPKLU. SPKLU pertama sudah berdiri di Kantor PT. PLN (Persero) Area Bali Selatan yang berlokasi di Jalan P.B. Sudirman, Denpasar. Sedangkan SPKLU kedua adalah yang baru diresmikan PT. Jasamarga Bali Tol.

 

"Jadi kedepan, kami mungkin tahun ini kami akan menambah dua lagi. Satu didaerah, kita berharap sih didaerah depan Beachwalk, disitu kita bisa nambah satu. Kemudian satu lagi, kita lagi pikirkan, apakah di Ubud atau di Bedugul," bebernya.

 

Dari sisi bisnis, pihaknya saat ini tengah menunggu peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral terkait dengan tarif charge. Idealnya, Astawa beranggapan tarif charge diangka Rp1.500 hingga Rp2.000 per kwh.

 

"Dengan mitra yang lain mungkin mereka bisa jual Rp2.500 sampai Rp3.000 per kwh. Karena itu akan tetap lebih hemat. Tetapi berapun yang dicharge oleh mitra kami yang menyediakan ini kan, masyarakat punya pilihan," tandasnya.

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00