Pelaku Industri Vape Tandatangani Kode Etik

KBRN, Denpasar :  Demi memastikan industri yang bertanggung jawab dan berintegritas, pelaku industri vape di Indonesia menandatangani kode etik industri vape di Bali, pada acara Bali Vape Culture, tanggal 7-8 Desember 2019. Para pelaku industri ini diwakili oleh Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Asosiasi Vapers Indonesia (AVI), Asosiasi Vaporizer Bali (AVB), dan Aliansi Pengusaha Penghantar Nikotin Elektronik Indonesia (APPNINDO), serta disaksikan oleh Kombes.Pol Ida Bagus Komang Ardika S.H. - Direktur Narkoba Polda Bali, AKBP I Ketut Suandika SH.MH - Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Bali dan I Nyoman P. Candra - Kasi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah Bali/Nusa Tenggara.

Roy Lefrans Sekjend Aliansi Pengusaha Penghantar Nikotin Elektronik Indonesia (APPNINDO) saat penandatanganan kode etik mengatakan, “Penandatanganan kode etik ini merupakan bentuk komitmen, keseriusan, dan niat baik kami, baik dari sisi produsen, toko vapers, dan pengguna vapers, memastikan  industri vape yang bertanggung jawab dan berintegritas. Melalui penandatanganan kode etik ini, kami ingin menunjukkan kepada publik bahwa kami berusaha dengan keras mencegah penyalahgunaan Vape dan menjaga pemanfaatan Vape pada fungsinya yaitu membantu perokok dewasa berhenti merokok.”

Rokok elektrik atau vape dan produk penghantar nikotin elektrik (ENDS) menjadi sorotan di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia akhir-akhir ini. Padahal, rokok elektrik hadir untuk membantu perokok dewasa yang jumlahnya mencapai 67 juta orang di Indonesia.

 

Tanpa senyawa tar yang bersifat karsinogenik atau komponen dalam asap rokok yang tinggal sebagai sisa sesudah dihilangkannya komponen nikotin dan cairan, produk ini bisa mengurangi  risiko hingga 95% dibandingkan rokok konvensional berdasar penelitian yang dilakukan oleh otoritas kesehatan di Inggris (Public Health England). 

Lebih lanjut, fungsi vape untuk membantu perokok dewasa telah dibuktikan di Inggris di mana selama tahun 2017, diperkirakan sekitar 50.000-70.000 perokok berhasil berhenti merokok berkat penggunaan vape. Pada Mei 2019 lalu, University College London menerbitkan studinya yang menemukan bahwa perokok yang menggunakan bantuan rokok elektrik untuk berhenti memiliki kemungkinan sukses berhenti 95% lebih besar. (BCS)

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00