Tembus Pasar Internasional, Ini Langkah Pelaku Wirausaha di Bali

KBRN, Denpasar: Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali  akan menggenjot sektor wirausaha di Bali untuk menembus pasar internasional, dengan mengambil peluang dari  target  20 juta  kunjungan wisatawan ke Indonesia.

Hal itu dilakukan  karena sektor wirausaha  dinilai memiliki peran yang sangat strategis untuk menggaet kunjungan wisatawan untuk datang ke Indonesia, khususnya Bali.  Pasalnya peluang untuk mendapatkan pasar internasional, sektor UMKM di Bali   tidak kalah saing  dengan produk luar.  Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi  Bali I Gede Indra Dewa Putra kepada RRI di Denpasar, Senin (13/05/2019).  

Ia menyakini produk UMKM Bali  memiliki peluang yang sangat besar  dapat bersaing  ditingkat internasional, karena Bali memiliki potensi sebagai destinasi wisata dunia yang dikunjungi lebih dari 9 juta wisatawan baik domestik maupu mancanegara. Apalagi pemerintah pusat menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan datang ke Indonesia, sehingga peluang ini harus  diambil oleh wirausaha Bali  untuk mendapat pasar internasional.

Guna menggaet peluang tersebut, menurut Gede Indra  diperlukan komitemn yang sunggug-sungguh dari para pengusaha lokal Bali, mengingat ketatnya persaingan produk saat ini.

“Pengusaha muda di Bali ini harus memiliki jiwa wirausaha muda  yang tangguh, jangan mudah menyerah dan berpuas diri, karena pesaing kita  terus mengintip dan memiliki inovasi terhadap produknya maupun pemasarannya, dan ini harus dikuasai.Tapi saya yakin generasi muda Bali memiliki inovasi dan kreativitas yang bagus, termasuk membangun jejaring yang lebih luas lagi”, jelasnya

Lebih lanjut Gede Indra mengatakan  sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi  Bali mengalami peningkatan sebesar empat persen di tahun 2018.  Hal tersebut menunjukkan ada perkembangan positif terhadap iklim  kewirausahaan di Bali.  Laju pertumbuhan  kewirausahaan di Bali kian meningkat.

Berdasarkan data dari  Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali,  mencatat rasio kewirausahaan di Bali hampir mencapai 8 persen atau 5 persen di atas  rata-rata nasional  yang hanya mencapai 3,1 persen. Hingga  akhir tahun 2018 jumlah UMKM  di Provinsi Bali sebanyak 326 ribu 9 UMKM yang tersebar di 9 kabupaten/kota di Bali. Jumlah tersebut meningkat 4 persen  dibandingkan desember tahun 2017 sebanyak 312 ribu 967 UMKM. (IAFM/Ft:IST)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00