Program Konversi Kompor Induksi, PLN Jamin Lebih Hemat 40 Persen

Program Konversi Kompor Induksi

KBRN, Denpasar: Program pilot project konversi kompor induksi yang memilih kota Denpasar dan dimulai sejak bulan Juni 2022 lalu, kini telah memasuki proses pencetakan hasil transaksi pemakaian tenaga listrik (billing).

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali, I Wayan Udayana di Denpasar, menjelaskan sebanyak 1.002 pelanggan yang mengikuti program kompor induksi terhitung 20 pelanggan pengguna kWh kompor induksi terbanyak telah menggunakan listrik rata – rata perharinya sebesar 1,76 kWh dan per bulan sebesar 24,5 kWh. 

“Jika memperhitungkan harga keekonomian tarif listrik dan membandingkannya dengan penggunaan kompor gas di masyarakat, maka rata – rata perbulan, pelanggan menghabiskan setidaknya 1 hingga 1,5 tabung gas elpiji 3 kilogram, padahal biasanya pelanggan – pelanggan ini menghabiskan setidaknya 2 hingga 3 tabung gas per bulannya,” ungkap Udayana.

Ia menambahkan, pelanggan yang mengikuti program ini terhitung mampu menghemat rata - rata hingga 40,70 persen.

“Pelanggan yang bersedia untuk mengikuti program ini tentu telah merasakan manfaatnya memasak lebih aman, mudah, murah, dan bersih dengan kompor induksi jika dibandingkan dengan kompor gas, dan ini yang patut disosialisasikan terus kepada masyarakat agar keraguan bisa perlahan semakin berkurang,” katanya.

Udayana juga optimis program lanjutan konversi kompor induksi untuk 10.000 pelanggan di Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar dan Singaraja juga akan mengikuti kesuksesan Kota Denpasar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar