Kontribusi Love Bali bagi Alam, Budaya dan Kepariwisataan Pulau Dewata

Kontribusi wisatawan mancanegara melalui aplikasi Love Bali - Ist

KBRN, Denpasar : Kontribusi wisatawan mancanegara melalui aplikasi Love Bali diyakini akan meningkatkan kualitas dan daya saing penyelenggaraan kepariwisataan Bali sekaligus melindungi ekosistem alam dan budaya Bali. Dana kontribusi yang bersifat sukarela itu memberikan keleluasaan bagi wisatawan untuk berdonasi dalam bentuk barang maupun uang.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia – PHRI Kabupaten Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Surya Wijaya dikonfirmasi RRI di Denpasar, Minggu (7/8/2022) mengungkapkan, penerapan kebijakan kontribusi wisatawan mancanegara sesuai Perda No 1 tahun 2020 itu tentunya telah berdasarkan sejumlah pertimbangan, yang muaranya untuk meningkatkan kualitas dan daya saing kepariwisataan Bali. Menurutnya, dana kontribusi ini tidak memaksa wisatawan mancanegara untuk berdonasi, wisatawan tetap bisa menikmati alam dan budaya Bali tanpa terbebani donasi Love Bali.

“Iya kontribusi wisatawan mancanegara melalui aplikasi Love Bali menjadi upaya Pemerintah melindungi ekosistem alam dan budaya Bali. Jika bukan kita yang menjaga dan melindungi alam dan budaya Bali, kekayaan kita ini akan rusak. Kalau rusak, Bali akan ditinggalkan, karena daya tarik Bali adalah budaya dan alamnya,” ujar Rai Surya Wijaya.

Rai Surya Wijaya mengungkapkan, sejak diluncurkan 29 Juli lalu, antusiasme wisatawan mancanegara untuk berkontribusi melalui aplikasi Love Bali cukup tinggi. Dana yang terkumpul bisa mencapai belasan juta rupiah perhari. Rai Surya Wijaya menekankankan, dana kontribusi yang terkumpul harus dikelola secara profesional dengan prinsip keterbukaan dan akuntabel, yang penggunaannya diprioritaskan untuk pelindungan lingkungan alam, budaya, dan infrastruktur, sehingga service bagi wistawan mancanegara yang berkunjung ke Bali lebih berkualitas.

“Dana kontribusi ini bersifat sukarela berapapun boleh berdonasi. Pengelolaan dana ini juga harus transparan dan akuntabel yang muaranya untuk pelindungan alam, budaya, dan infrastruktur, sehingga service bagi wisatawan mancanegara lebih berkualitas,” pungkasnya.

Kontribusi wisatawan mancanegara yang diatur dengan Perda Nomor 1 Tahun 2020 mulai diberlakukan Pemerintah Propinsi Bali akhir Juli lalu. Keterbatasan sumber pendanaan menjadi salah satu alasan Pemerintah memberlakukan kebijakan tersebut. Kontribusi yang bersifat sukarela dalam bentuk barang atau uang itu diyakini akan meningkatkan kualitas dan daya saing penyelenggaraan kepariwisataan Bali sekaligus melindungi ekosistem alam dan budaya Bali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar