Jokowi Soroti Rendahnya Akses UMKM di Perbankan

KBRN, Jakarta : Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi pilar utama pemulihan sektor perekonomian Tanah Air. 

Hal itu berasalan, mengingat pesatnya pertumbuhan UMKM di 34 provinsi di Indonesia.

Presiden, Joko Widodo menyampaikan, 99,9% pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM.

Di tengah besarnya kuantitas UMKM, ia tak memungkiri proporsi kredit pelaku usaha mikro kecil menengah di perbankan masih belum berubah. 

"Masih ada dikisaran 20% saja. Oleh sebab itu bahwa target kita di tahun 2024 bisa mencapai 30% porsi untuk UMKM kita. Dan untuk bisa sampai ke angka tersebut, kita tidak bisa mengandalkan pertumbuhan alamiah," katanya ketika menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Keuangan 2022 dan Peluncuran Taksonomi Hijau Indonesia, di Jakarta, Kamis (20/1/2022). 

"Diperlukan strategi yang harus dijalankan dengan terobosan-terobosan dari sekarang, dan diikuti oleh aksi-aksi yang serius, konsisten, dan berkelanjutan," imbuh Kepala Negara. 

Ke depan Jokowi tidak menginginkan adanya keterbatasan akses perbankan bagi UMKM. 

Perbankan diminta tidak lagi mempersulit akses kredit dan pembiayaan UMKM serta pelaku usaha di sektor informal. 

"Tidak boleh lagi ada cerita, misalnya akses kredit yang sulit, akses pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor informal yang sulit, UMKM yang kesulitas mengakses permodalan, koperasi yang sulit mengakses permodalan, ini harus bisa kita permudah dan percepat, sehingga memberikan peluang yang lebih besar bagi generasi muda yang memulai usaha dan juga UMKM," tegas mantan Gubernur DKI Jakarta itu. 

Kepala Negara mengatakan, UMKM menjadi komponen penting dalam memulihkan perekonomian. 

UMKM juga memiliki peran mengatasi persoalan battle next supply change akibat tingginya tren kenaikan permintaan pasar. 

"Keberhasilan UMKM bertransformasi di masa pandemi bisa menjadi modal awal yang penting untuk membawa mereka naik kelas ke tingkat yang lebih tinggi, dan menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi yang sedang kita lakukan," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar