HIPMI Desak Penetapan Bali Jadi Pulau Karantina

KBRN, Denpasar : Pemerintah pusat sedang mengkaji penetapan Bali sebagai Pulau Karantina. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, mekanisme penetapan Pulau Karantina masih dibahas bersama kementerian serta lembaga terkait. 

Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali, Agus Pande Widura menyambut baik respon pemerintah. 

Ia mendesak pembahasan itu dipercepat, untuk kemudian Bali bisa ditetapkan menjadi Pulau Karantina. 

"Usulan dari HIPMI untuk percepatan pemulihan perekonomian di Bali, salah satunya adalah terkait karantina secara sentral di Bali," ungkapnya kepada RRI.co.id, Senin (17/1/2022). 

Pengusaha yang akrab disapa APW itu berpandangan, status Pulau Karantina akan berdampak positif bagi Bali. 

Dampak positif itu dilihat dari potensi ekonomi yang bakal diterima ketika Bali menjadi Pulau Karantina. 

"Seperti kita ketahui ketika karantina 10 hari, itu akan lebih banyak visa bisnis yang datang ke Bali, daripada visa wisata. Dimana visa bisnis ini, mau tidak mau ada Covid-19 ataupun tidak, karena mereka ada keperluan bisnis di Indonesia, mereka akan tetap datang ke Indonesia. Sementara kan tersentral antara di Surabaya dan Jakarta," ujar pria kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB), 5 Juni 1979 itu. 

APW beranggapan, Bali lebih layak menjadi Pulau Karantina ketimbang Surabaya, dan Jakarta. 

Alasannya, Pulau Dewata memiliki struktur bangunan yang memungkinkan udara segar dan sinar matahari masuk ke ruang karantina. 

"Harapan kami untuk percepatan pertumbuhan perekonomian di Bali, apabila itu bisa dikarantina di Bali, dengan dasar-dasar selain pertumbuhan ekonomi, juga secara building itu sangat memungkinkan karena udara segar itu sangat bisa kita lakukan di Bali," katanya 

"Karena di Bali itu lebih banyak hotel-hotel itu memiliki balcony, dan cotage-cotage dibandingkan dengan hotel-hotel di Jakarta yang beberapa hotel saya lihat malah ada yang menggunakan AC sentral. Itu secara kesehatan, Bali jauh lebih mendukung," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar