BPR Lestari Diminta Segera Selesaikan Masalah dengan Debitur

KBRN, Denpasar : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespon pemberitaan mengenai pengaduan dan keluhan konsumen terhadap layanan serta produk lembaga keuangan.

Pengaduan dan keluhan masyarakat yang beberapa waktu terakhir santer diberitakan dilayangkan kepada PT BPR Lestari.

Kepala OJK Kantor Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Giri Tribroto mengaku, telah menindaklanjuti pengaduan dan  keluhan tersebut.

Menurutnya, OJK sudah memfasilitasi pertemuan antara nasabah dengan lembaga keuangan. 

"Selain itu, kami juga telah meminta Pemegang Saham Pengendali (PSP) dan Pengurus BPR Lestari untuk segera merespon pengaduan konsumen tersebut," katanya dalam siaran pers yang diterima RRI.co.id, Minggu (16/1/2022). 

Tribroto menegaskan, BPR Lestari wajib menyelesaikan masalah ini sesuai ketentuan yang berlaku.

"Bila tidak ditemukan kata sepakat, kami mengimbau masyarakat menempuh upaya penyelesaian melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) atau melalui proses peradilan," ujarnya.

Tribroto mengemukakan, secara umum portofolio BPR di Bali sangat positif.

Dimana pada November 2021, BPR menunjukkan perbaikan kinerja dibandingkan tahun sebelumnya.

"Meskipun masih tetap mencermati dampak pandemi Covid 19. Aset BPR se-Bali sebesar Rp18,17 triliun meningkat 4,85% dibandingkan tahun sebelumnya," ungkapnya. 

"Kredit dan DPK juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 2,05% (yoy) dan 12,76% (yoy)," lanjut Tribroto

Melihat kecenderungan itu, pihaknya berharap masyarakat tetap tenang dan tidak khawatir.

Pihaknya menyebut, kinerja positif dalam setahun terakhir, menjadi indikator keamanan dana yang disimpan di BPR.

Selain itu, simpanan masyarakat di BPR juga telah diproteksi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).  

"Konsumen dapat melakukan pengaduan terhadap produk dan layanan seluruh industri jasa keuangan yang berada di bawah pengawasan OJK secara online melalui kontak157.ojk.go.id," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar