KTT G20, GIPI Harap Bali Tak Sekadar Tuan Rumah

KBRN, Kuta : Indonesia didaulat menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Presidensi Indonesia berlangsung mulai 1 Desember 2021 hingga KTT pada kuartal keempat tahun 2022.

KTT G20 ke-17 ini diproyeksi bakal dihadiri lebih dari 6.000 delegasi. 

Hal ini tentu menjadi angin segar, khususnya bagi kepariwisataan Bali yang 'mati angin' selama pandemi Covid-19. 

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana berpandangan, KTT G20 memberikan pencitraan positif bagi Negara. 

"Untuk Negara sih kita lihat sudah pasti ya, untuk menunjukkan pencitraan kekuatan ekonomi kita di Indonesia, bahwa pada situasi ini kita masih bisa eksis," ungkapnya kepada wartawan di Park23 Creative Hub, Sabtu (27/11/2021). 

Namun Gus Agung berharap, KTT G20 tak hanya berdampak positif bagi pencintraan Indonesia di mata dunia. 

Menurutnya harus ada kontribusi nyata terhadap sektor kepariwisataan Bali. 

"Jangan sampai juga saya melihat disitu, kenyataannya secara Negara kita kelihatan bagus, tetapi Balinya sendiri merana, biar tidak seperti itu. Harus seimbang," tegasnya. 

Permintaan Gus Agung ini cukup beralasan. 

Belajar dari World Superbike (WSBK) di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali tidak merasakan manis dari event tersebut. 

Padahal sebelumnya, Bali digadang-gadang akan kecipratan rezeki dari WSBK. 

Nyatanya, sejak awal hingga akhir seri WSBK Mandalika, tak ada satupun wisatawan mancanegara (wisman) menoleh Bali.

"Sama sekali lewat. Kita itu kemarin seperti sapi menonton gamelan. Jadi sapi dengerin gong, ya cuma bisa bengong begitu," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar