Ribuan Kunjungan Per Hari, PLBN Skouw Jayapura Menjadi Destinasi Favorit Selama PON

KBRN, Denpasar: Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw Jayapura menjadi destinasi favorit yang dikunjungi para peserta kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021.

Selama dua pekan pelaksanaan pesta olahraga bergengsi antar Propinsi se-Tanah Air itu setiap harinya pengunjung yang datang mencapai 1000 hingga 1500 orang per hari.  

Mereka semua beranggapan bahwa bila datang ke Tanah Papua sebelum menginjakkan kaki di Pos Perbatasan antara Negara Indonesia dengan Negara Papua Nugini itu belumlah disebut sah benar-benar datang ke Papua. Anggapan tersebutlah yang membuat antusiasme peserta PON sangat tinggi untuk berbondong-bondong datang ke PLBN Skouw Jayapura. Tak hanya para kontingen PON, namun para pejabat tinggi dari berbagai wilayah NKRI juga mewajibkan diri mengunjungi Pos Batas NKRI itu. 

Kepala Perbatasan Indonesia-Papua Nugini dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia Pusat Yan Z Numberi ditemui RRI di sela-sela memantau kondisi perbatasan Jumat, (15/10/2021) mengatakan PLBN Skouw ini berjarak sekitar 64 km dari Kota Jayapura atau 1,5 jam perjalanan. PLBN ini awalnya diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 9 Mei 2017 dari yang tadinya menjadi tempat kurang diminati tetapi justru kini menjadi destinasi favorit. 

"Dengan Nawa Cita bapak Presiden, PLBN ini dibangun dan menjadi ikon utama, bukan saja selama perhelatan PON, tetapi setiap orang yang datang ke Jayapura pasti menuju Pos Lintas Batas Negara ini, karena inilah beranda depan pintu gerbang utama ke Indonesia untuk negara-negara Pasifik", ujarnya. 

Biasanya sebelum pandemi covid-19, warga negara Papua Nugini selalu berdatangan untuk berbelanja di Indonesia. 

"Ini menjadi Lintas Batas Ekspor Impor barang dan juga menjadi tempat peningkatan ekonomi kerakyatan. Presiden juga membangun Pasar Modern untuk kita yang didalamnya itu terdapat 452 Los yang dapat dimanfaatkan para pedagang Indonesia di perbatasan untuk melayani pembeli dari Negara Papua Nugini dan Negara sekitar", tuturnya. 

Yan Z Numberi mengatakan selama pesta akbar bergengsi olahraga empat tahunan ini, untuk melayani pengunjung yang jumlahnya mencapai ribuan orang, pihaknya menyiagakan 60 personil untuk berjaga dalam tiga shift kerja. 

"Kami memberikan kesempatan kepada para peserta PON ini datang berkunjung dan melewati gedung yang sebenarnya gedung ini adalah steril arena, dimana yang hanya memiliki dokumen saja yang bisa lewat. Tetapi selama PON ini kami bukakan pintu-pintu ini untuk menginjakkan kaki sampai di pintu perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.", ungkapnya. 

Kepala perbatasan yang sudah bertugas empat tahun lebih itu mengatakan kebijakan yang diambil itu untuk mendukung suksesnya Papua menjadi tuan rumah PON untuk pertama kalinya sehingga pelayanan kepada setiap tamu yang datang harus dilakukan dengan baik dan prima. 

Ia menambahk akses masuk wilayah perbatasan ini selama pelaksanaan PON cukup mudah tanpa hambatan. 

"Akses masuk selama PON ini sangat mudah, kami hanya menyiapkan sebuah buku tamu yang nanti menjadi kenangan bagi kami bawah dari Aceh, Sabang sampai  Merauke semua datang dan menginjakkan kaki datang ke Pos Lintas Batas kita ini", imbuhnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00