Destinasi Wisata di Bali Terapkan Aplikasi PeduliLindungi

Barcode Aplikasi PeduliLindungi di salah satu destinasi wisata di Bali - Ist

KBRN, Denpasar : Dibukanya destinasi wisata di Pulau Dewata dengan kapasitas 50 persen pengunjung mewajibkan pengelola obyek wisata menjamin aman dan nyamannya pengunjung saat berwisata. Selain wajib vaksin, wisatawan juga harus memiliki aplikasi PeduliLindungi.

Kepala Dinas Pariwisata Propinsi Bali I Putu Astawa dikonfirmasi RRI di Denpasar, Sabtu (25/9/2021) mengakui, geliat pariwisata Pulau Dewata perlahan namun pasti telah kembali, pasca pemerintah melonggarkan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Ia menjelaskan, pelonggaran kebijakan tersebut harus ada jaminan bagi wisatawan yang akan masuk ke lokasi wisata dengan penunjukan kartu vaksin atau penggunaan aplikasi pedulilindungi. Putu Astawa mengungkapkan, setiap pengunjung yang datang wajib melakukan scanning QR Code aplikasi Pedulilindungi yang telah telah disiapkan di setiap pintu masuk untuk mengendalikan kapasitas pengunjung yang diperbolehkan berkunjung pada satu area tempat wisata.

“Tidak hanya obyek wisata namun tempat – tempat umum harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi, untuk segera bisa segera bangkit kembali kata kuncinya adalah menurunkan angka covid, menjaga agar jangan sampai naik lagi, perlu kedisiplinan dari seluruh masyarakat berpartisipasi, dengan demikian pasti pariwisata akan bangkit kembali,” ucap Putu Astawa.

Putu Astawa mengatakan, penggunaan aplikasi itu berguna untuk memastikan wisatawan yang datang sudah divaksin dan bebas dari Covid-19. PeduliLindungi menjadi langkah skrinning untuk pariwisata Bali selain vaksin, karena dapat memberikan image yang aman dan nyaman sehingga wisatawan merasa terlindungi berkunjung ke obyek wisata.

“Aplikasi PeduliLindungi itu kan bisa melihat untuk penggunaan vaksin, apakah vaksinnya sudah dua kali atau sekali, kemuadian disana akan kelihatan apakah sedang terpapar atau tidak, PeduliLindungi itu akan bisa mendeteksi mana – mana orang yang terpapar virus supaya tidak menularkan lagi kepada orang lain,” pungkas Putu Astawa.

Seperti diketahui, aplikasi PeduliLindungi menjadi salah satu syarat masuk destinasi wisata ditengah PPKM level 3. Pelaku industri pariwisata diharapkan mematuhi kebijakan pemerintah dengan menerapkan aplikasi tersebut dan siap menerima sanksi ketika terjadi pelanggaran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00