Penjualan Properti di Bali 'Terjun Bebas', REI Desak Stop PPKM

KBRN, Denpasar : Developer (pengembang) di Bali mengeluhkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. 

Pasalnya selama pelaksanaan kebijakan tersebut, pertumbuhan sektor properti di Pulau Dewata terjun bebas.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Bali, I Gede Suardita mengakui, PPKM berjilid-jilid berhasil memukul sektor perekonomian skala makro dan mikro. 

Kondisi itu dikatakan berimplikasi pada geliat bidang properti di Bali. 

"Kita sadari, semenjak PPKM ini khusus penjualan itu kalau boleh dibilang drop diatas 50 persen penjualan memasuki triwulan III-2021," katanya kepada RRI.co.id di Sekretariat DPD REI Bali, Minggu (1/8/2021). 

"Mudah-mudahan, harapan kita, seperti yang dijanjikan sama Pak Presiden, PPKM level 4 ini berakhir di 2 Agustus 2021, tidak diperpanjang lagi," imbuhnya. 

Ketika PPKM level 4 diperpanjang, Direktur PT. Bumi Cempaka Asri (BCA) Land itu khawatir, akan memperburuk situasi perekonomian.

"Yang jelas akan semakin tambah terpuruk, terutama kita di sektor wirausaha, terutama di properti kalau boleh dibilang," tegasnya. 

Di sisi lain, Suardita juga mendesak perpanjangan relaksasi kredit. 

Ia pun mengapresiasi rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tengah menggodok rencana perpanjangan relaksasi kredit. 

Namun ia tetap mengkritisi pola relaksasi kredit saat ini, yang seakan-akan menjadi 'bom waktu' bagi pengusaha. 

"Menunda kewajiban, yang nanti dihitung, dan menggelembung. Harapan kita sih sekarang itu, relaksasinya mungkin apakah dihentikan argonya," tegasnya. 

"Menurut saya, yang terbaik adalah relaksasi pinjaman dengan menyetop argo bunga. Itu menolong sekali pengusaha. Karena dia tidak gerak. Kalau sekarang kan limitnya terus gerak, argonya jalan," pungkas Suardita.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00