Pandemi Covid-19 Picu Aktivitas PBK di Bali

KBRN, Denpasar : Industri Perdagangan Berjangka Komoditi mengalami lonjakan transaksi pada triwulan I-2021.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pergerakan perekonomian riil yang merosot tajam. 

Pimpinan Cabang PT. Solid Gold Berjangka (SGB) Bali, Peter Susanto tak memungkiri, adanya kenaikan transaksi selama pandemi Covid-19

Bila dilihat dari portofolio, peningkatan transaksi di SGB Bali pada tiga bulan pertama tahun 2021 mencapai 28%. 

"Baik dari jumlah lotnya maupun jumlah nasabah. Jumlah nasabah itu mengalami kenaikan dari kuartal I-2020 sebanyak 20 persen. Dari total jumlah lot transaksi yang terjadi di kuartal I-2020 itu mengalami peningkatan hampir 28 persen," ungkapnya kepada wartawan di Denpasar, Sabtu (8/5/2021). 

Peter Susanto mengaku, akan menjaga tren positif ini. 

Ia mematok target, aktivitas PBK di SGB Bali hingga tutup tahun 2021 akan meningkat 100% dibanding tahun 2020.

"Makanya kita lagi kejar (target). Karena dengan adanya edukasi yang kita lakukan, itu ternyata nasabah kita jauh lebih percaya diri dan mereka pun melakukan transaksi sendiri, akhirnya mereka yang tahu kekuatan dana mereka berapa," bebernya. 

Direktur PT. Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Agung Rihiyanto pada kesempatan yang sama mengungkapkan, peningkatan aktivitas di industri Perdagangan Berjangka Komoditi dipicu pandemi Covid-19.

Menurutnya, investor telah berpikir mengalihkan dana ke sektor yang berpeluang mendatangkan cuan. 

"Mereka belum tentu bisa jualan di sektor riil perdagangan, karena tidak bisa, posisinya pandemi. Nah, salah satu jalan adalah mereka melakukan trading," katanya. 

"Jadi di rumah, WFH (Work From Home), mau ngapain nih? Sementara kebutuhan harus tetap jalan. Kondisi inilah mendorong orang untuk mengalihkan sebagian dananya untuk berinvestasi, trading, baik itu di saham, baik itu di berjangka, maupun di aset kripto," imbuhnya. 

Agung Rihiyanto yakin, tren ini akan berlanjut sampai akhir tahun 2021. 

Prediksi itu didasari oleh belum adanya optimisme pasar terhadap akhir dari pandemi Covid-19. 

Ia menilai, akhir pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap kepercayaan akan pemulihan sektor riil. 

Pulihnya sektor riil ini pun diharapkan tak mengendurkan animo masyarakat dalam ber-trading. 

"Ini harapan kita, bahwa transaksi yang tanpa kita mengeluarkan biaya iklan, tetap naik. Ini memang menjadi salah satu keuntungan industri berjangka, baik itu aset kripto maupun saham. Karena orang yang tadinya tidak mengenal industri ini, jadi ingin tahu," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00