Petani: Kami Juga Ingin Nikmati Pupuk Subsidi

Petani menebar pupuk di areal sawah desa Brondong, Kecamatan Pasekan, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (8/1/2021). Petani daerah itu mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi akibat terjadinya kelangkaan sejak Desember 2020 lalu dan pupuk subsidi tahun 2021 mengalami kenaikan harga sekitar Rp.300 hingga Rp.450 per kilogram. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/foc.

KBRN, Redelong: Keluhan tidak dapat membeli pupuk bersubsidi karena tidak masuk dalam kelompok tani masih berlanjut di Aceh, khususnya di Kabupaten Bener Meriah.

Petani yang enggan disebutkan nama menyampaikan bahwa petani yang tidak tergabung dalam kelompok tani juga ingin menikmati subsidi yang diberikan pemerintah.

"Artinya disubsidi pemerintah kan masyarakat pingin menikmati juga. Berapa sih kelompok tani yang terbentuk, berapa ada kelompok tani, terus berapa jumlah masyarakat dari sektor perkebunan dan pertanian, sesuai enggak, berapa persentase yang masuk kelompok tani," ungkapnya kepada rri.co.id di Bener Meriah, Minggu (28/2/2021).

Hal itu mengingat harga pupuk subsidi dan nonsubsidi terpaut begitu jauh.

Oleh karena itu, pemerintah diminta tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut dan segera mencari jalan keluar.

Petani di Bener Meriah itu mengaku tidak dapat memperoleh pupuk bersubsidi pada tahun 2021 ini.

Pada tahun sebelumnya tidak mengalami masalah untuk mendapatkan produk yang disubsidi itu.

"Tahun kemarin bisa, mana ada kayak gini, kan baru tahun ini," timpalnya.

Besar harapan, petani yang belum masuk kelompok tani tersebut bisa segera mendapatkan pupuk subsidi demi mendukung suksesnya ketahan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00