Ribuan Hektar Padi di Cirebon Puso

Area sawah di Kabupaten Cirebon yang terendam banjir
Petani yang terdampak banjir di Kabupaten Cirebon

KBRN Cirebon: Ribuan area persawahan dengan usia padi maksimal 1 bulan di 7 kecamatan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat terendam banjir selama lima hari. Akibatnya, gagal tanam atau puso pun dialami. 

Plt Kepala Dinas Pertanian, Wasman mengatakan, dari jumlah 6 ribu hektar area persawahan tersebar di Kecamatan Gunungjati, Kapetakan, Suranenggala, Gegesik, Kaliwedi, Arjawinangun, serta Kecamatan Susukan, seluas 2.944 hektar gagal tanam. Kondisi gagal tanam tersebut, menyebabkan siklus tanam menjadi mundur, padahal petani sudah melakukan percepatan tanam sesuai yang disarankan para penyuluh.

"Ada yang sudah nyemai ulang lagi. Itu umur persemaian paling tidak 3 mingguan. Sebetulnya kita sudah berhasil upaya percepatan tanam. Yang biasanya Februari itu tutup tanam wilayah utara nah sekarang di Januari sudah tutup tanam. Jadi di utara tanam padi sudah gede-gede seperti di Purwawinangun, Muara. Sudah premodia sudah masuk generatif tapi puso karena terkena banjir" jelasnya kepada RRI Selasa (23/2/21). 

Namun demikian, Wasman memastikan, bagi petani yang mengalami gagal tanam akan mendapatkan ganti dari asuransi. Data yang dari 1300 hektar yang masuk asuransi tetapi belum dapat diklaim karena baru 700 hingga 800 hektar yang membayar premi.

Menurut Wasman, aturan klaim asuransi dari Jasindo harus ditahun berjalan. Di mana ketika petani masuk asurani ditahun 2021 dan mendapatkan musibah pada tahun yang sama, maka dapat diklaim kerugiannya. 

Adapun curah hujan pada musim tanam tahun ini lebih deras dari sebelumnya sehingga area persawahan yang terendam lebih luas.

"Namun untuk daerah lain yang tidak terendam banjir, siklus tanam normal dan akan segera panen rendeng di bulan Maret 2021," pungkasnya. (Buy) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00