PPKM Mikro Tahap Satu Sukses Tekan Covid-19

KBRN, Madiun: Tingkat okupansi bed di ruang isolasi atau bed ocupancy ratio (BOR) di Kota Madiun mencapai 62,18 persen. Artinya, ruang isolasi baik di rumah sakit maupun tempat-tempat isolasi yang disiapkan pemkot semakin longgar. Ini karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro tahap satu dinilai cukup efektif menekan penyebaran covid-19.

Hal itu diungkapkan Walikota Madiun, Maidi saat mengikuti evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro bersama Forkopimda Jatim secara virtual di pendopo Balaikota, Selasa (22/2/2021). Menurutnya, kegiatan 3T yakni Tracing, Testing dan Treatment terus dilakukan secara masif. Harapannya, penyebaran kasus tidak semakin meluas.

"Meskipun rumah sakit dan tempat isolasi longgar namun untuk tracingnya kita masifkan. Kita satu minggu targetnya mencari 200 orang utamanya kasus baru dan kontak erat kita swab. Kalau toh kita temukan kasus aktif, maka tempat-tempat isolasi yang kosong itu kita isi. Mereka segera kita sembuhkan," ungkapnya.

Disisi lain evaluasi PPKM Mikro tahap pertama yang berlangsung dua pekan sejak 9-22 Februari, dari 1.025 RT se-Kota Madiun, 95,90 persennya berstatus zona hijau. Sedangkan 4,10 persennya zona kuning. Untuk penanganan covid-19, kata Maidi, Pemkot sudah menganggarkan sekitar Rp100-200 juta di setiap kelurahan. Jika kurang, pemkot sudah menganggarkan di pos belanja tidak terduga (BTT).

"Jika sewaktu-waku diperlukan untuk penanganan covid-19, pihak kelurahan bisa mengajukan," imbuhnya.

Disamping itu Maidi mengakui, tingkat kematian akibat covid-19 cukup tinggi, rata-rata berusia lanjut. Ini disebabkan banyaknya penderita yang mengidap penyakit penyerta atau komorbid. Kemudian, tingkat kesembuhan mencapai lebih 85 persen dan kasus aktif menurun.

Sementara itu Kapolda Jatim, Irjen Pol. Nico Afinta Karo-Karo menjelaskan, vidcon tersebut sebagai bahan evaluasi PPKM mikro tahap satu sekaligus melihat kesiapan pelaksanaan PPKM Mikro tahap dua. Di mana ia meminta posko tingkat desa/kelurahan lebih dioptimalkan dengan tetap melibatkan peran serta RT maupun RW.

"PPKM Mikro pertama sudah memberikan gambaran bahwa pelaksanaannya cukup bagus karena menunjukkan penurunan angka kasus terkonfirmasi," kata dia.

Seperti diketahui, berdasarkan Instruksi Mendagri No.4/2021, PPKM Mikro diperpanjang selama dua pekan sejak 23 Februari hingga 8 Maret mendatang. Masyarakat diharapkan tidak lengah dengan tetap disiplin protokol kesehatan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00