Covid-19 di Bandung Naik, Angka Kesembuhan Turun

KBRN, Bandung: Sejak 11 Januari hingga 21 Januari lalu terjadi penambahan kasus aktif Covid-19 mencapai 931 kasus dengan total kasus aktif mencapai 1.638. Adapun kasus kumulatif bertambah 1.324 dengan total kasus mencapai 7.654.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 salah satunya disebabkan dari hasil tracing yang terus dilakukan. Ia melanjutkan, angka kesembuhan meningkat sebanyak 384 dengan total 5.848 pasien sembuh atau 76.40 persen.

"Presentasi kesembuhan di Kota Bandung turun dikarenakan meningkatnya jumlah kasus konfirmasi positif yang memiliki gejala sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk proses penyembuhannya," ujar Oded kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jumat (22/01/2021).

Selain itu dikatakan Oded, terjadi peningkatan kasus kematian sebanyak 9 orang sehingga total yang meninggal sebanyak 168 kasus. Namun begitu, persentasi kematian menurun hingga 2.19 persen di bawah nasional.

Dikatakannya, terdapat penambahan fasilitas rumah sakit darurat di Secapa TNI AD untuk pasien Covid-19 yang akan melakukan isolasi mandiri. Sebanyak 180 tempat tidur telah difungsikan sejak 13 Januari lalu dan terisi 33 persen.

Aparatur kewilayahan pun telah menyiapkan tambahan ruang isolasi sebanyak 173 tempat tidur. "Jumlah warga Kota Bandung yang dirawat di Secapa TNI AD ini sebesar 34 orang," imbuhnya.

Ia menuturkan, ruang isolasi di rumah sakit hingga 21 Januari terisi 1.155 tempat tidur atau 78.89 persen dari total 1.464 tempat tidur. Terdapat 309 tempat tidur yang masih kosong sedangkan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak di Bandung menyiapkan 65 tempat tidur dan akan menambah 50 tempat tidur lainnya. 

"Tempat isolasi bagi orang tanpa gejala menunjukan bahwa sudah mencapai 94.3 persen tingkat keterisiannya, dimana sudah terisi sebanyak 66 kamar dari 70 kamar yang disediakan," papaarnya.

Sementara itu, liang lahat di TPU Cikadut yang sudah terisi sebanyak 748 dengan yang tersedia 4.252 dari 5.000 liang lahat yang disiapkan. 

Lebih lanjut Oded menambahkan, kenaikan kasua Covid-19 terjadi karena dampak dari libur panjang, tes yang masif dilakukan, kepatuhan warga yang menurun, dampak kegiatan sosial seperti arisan atau pernikahan dan aktivitas sosial yang dibuka.

"Klaster penyebaran yang masih mendominasi yaitu perkantoran dan tempat ekonomi," ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00