FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Cegah Klaster Covid-19 dari Kampus dan PMI

PMI dan Mahasiswa yang baru pulang Disemprot Disinvektan di terminal Dompu.jpg

KBRN, Dompu: Pasca ditutup sementara atau Lock Down Kampus Universitas Mataram (Unram), Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tengagra Barat, siaga. Sebab, banyak mahasiswa asal Dompu, yang menunut ilmu di Kampus terbesar di Nusa Tenggara Barat ini.

Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Dompu, Jufri mengatakan, setiap mahasiswa yang dating dari Unram atau Mataram, harus dilakukan pemantauan.

"Bahkan harus di Rapid Tes. Jika reaktif lamgsung dilakukan swab namun jika non reaktif, tetap menjalani protokol kesehatan Covid-19," kata Jufri, Kamis (21/1/2020).

Diketahui, puskesmas sebagai leading sektor utama pencegahan penularan Covid-19 bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Desa dan Kecamatan, diminta bergerak cepat.

Bagi mahasiswa atau pelaku perjalanan yang menujukkan non reaktif, wajib melakukan isolasi mandiri selama 7 hari dirumahnya, dengan pengawasan ketat Pukesmas dan aparat keamanan setempat. Ini dilakukan, untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 yang di Kabupaten Dompu, Tujuh dari Delapan kecamatan masih berstatus zona merah.

Tidak hanya bagi mahasiswa, pengawasan ketat juga dilakukan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) baik yang pulang cuti atau habis kontrak dan pulang ke Dompu. Meski PMI ini sudah lolos Rapid Tes Antigen sebagai syarat melakukan perjalanan menggunakna transportasi udara, protokol ini wajib dilakukan.

"Diapa tahun dalam perjalanan, ternyata PMI ini tertular dan membawa virus ke Dompu. Ini yang kami antisipasi," jelasnya.

Sementara itu, data yang didapat dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dompu, tercatat Per 19 Januari 2021, kasus positif Covid mencapai 531, sembuh 439, masih karantina sebanyak 72 dan meninggal dunia sebanyak 20 orang. 

Untuk pelaku perjalanan sebanyak 20 ribu 249 kasus, masih karantina sebanyak seribu 172 dan selesai karantina sebanyak 19 ribu 77 orang. Pelaku perjalanan, termasuk mahasiswa yang pulang kampung serta Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang selesai kontrak menjadi penyumbang tertinggi kasus penularan.

Data yang didapat dari Tujuh Kecamatan ini, Kecamatan Dompu etrtinggi dengan 20 kasus masih karantina, 11 meninggal dan 398 pelaku perjalanan. Kecamatan Woja dengan 14 kasus masih karantina, 6 meninggal dan pelaku perjalanan 244, kecamatan Kempo dengan 6 kasus masih karantina, sementara meninggal dan pelaku perjalanan nol.

Kecamatan manggelewa dengan 4 kasus, meninggal 2 dan pelaku perjalanan 498, kecamatan Pajo dengan 4 kasus masih karantina, sementara meninggal dan pelaku perjalanan nol. Kecamatan Hu’u dengan 3 kasus masih karantina, satu meninggal dan 101 pelaku perjalanan. Terakhir, kecamatan Pekat dengan 2 kasus masih karantina, meninggal nol dan pelaku perjalanan mencapai 189 orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00