Food Estate Dikembangkan, Singkong Berpotensi Jadi Bioetanol

Ilustrasi/Rencana pengembangan 30 hektare food estate di Kalimantan Tengah (Dok. Istimewa)

KBRN, Palangka Raya: Pemerintah pusat menargetkan, pada tahun 2021, lahan untuk food estate singkong di Kalimantan Tengah sudah tergarap secara maksimal untuk mendukung program cadangan pangan strategis nasional.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri meminta semua pihak untuk mendukung program cadangan pangan tersebut karena akan mendongkrak perekonomian terutama kesejahteraan masyarakat di wilayah yang menjadi proyek besar milik pemerintah pusat.

"Singkong itu potensinya sangat besar. Banyak produk turunannya. Seperti di bidang farmasi dan bisa juga untuk bahan bakar seperti bioetanol. Jadi beberapa negara sudah melirik ke kita kalau memang ini bisa berjalan dengan baik," ungkapnya di Palangka Raya, Sabtu (5/12/2020). 

Sebagai informasi, bahan bakar etanol adalah etanol dengan jenis yang sama dengan yang ditemukan pada minuman beralkohol dengan penggunaan sebagai bahan bakar.

Etanol sering kali dijadikan bahan tambahan bensin sehingga menjadi biofuel.

Fahrizal lantas menjelaskan, rencana  pengembangan lahan singkong berada di tiga kabupaten dengan potensi lahan seluas 1.4 juta hektare tidak hanya di Kabupaten Gunung Mas saja.

Lebih lanjut dikatakan Fahrizal, program ini tidak hanya menitikberatkan kepada penanaman saja, namun pembangunan dilakukan sampai ke sektor industri pengolahan hasilnya.

Sementara itu, Danrem 102 Panju Panjung, Brigjen TNI Purwo Sudaryanto, membeberkan, alasan dibalik singkong sebagai pilihan cadangan pangan oleh presiden, lantaran relatif mudah dalam pengembangan dan memiliki banyak sekali produk turunan.

Penyiapan perkebunan singkong di Kabupaten Gunung Mas dengan target pembukaan lahan seluas 637 hektare. 

"Sebagaimana kita ketahui, presiden telah menunjuk Kalteng sebagai food estate. Tiga kabupaten akan dikembangkan untuk singkong. Infrastruktur akan segera dibangun meliputi pembukaan jalan akses, jalan utama dan pekerjaan galian drainase," ujar Purwo.

Dalam perluasan kawasan food estate yang akan ditanami singkong di Kabupaten Gunung Mas, Kementerian PUPR juga akan membangun jalan utama sepanjang 10 kilometer di dalam kawasan prioritas 2.000 hektare dan jalan sekunder 25 km, dengan perkiraan anggaran Rp336.91 miliar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00