Kekerasan Anak Coreng Kota Tangsel

Ilustrasi

KBRN, Tangerang Selatan: Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau lebih dikenal dengan Kak Seto menyatakan maraknya kasus kekerasan terhadap anak mencoreng Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

“Kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak ini setidaknya sudah mencoreng predikat Kota Layak Anak yang sudah didapati oleh kota termuda di Provinsi Banten ini,” ujar Kak Seto kepada rri.co.id, Kamis (3/12/2020).

"Tentu ini harus menjadi bahan introspeksi, harusnya disadari bahwa hal itu tak harus terjadi,” tambahnya.

Dia menegaskan, sejauh mana monitoring atau pemberdayaan dari lembaga yang disebut Satgas, seberapa jauh efektif. Apakah sudah tak berfungsi atau kurang ada monitoring, dan sebagainya. “Ini tanggung jawab semua, termasuk masyarakat bukan hanya pemerintah," pungkasnya. 

Sehingga, lanjutnya, jika terjadi kembali kasus serupa, Satgas perlindungan anak dapat mengawal dan melakukan pengawasan di lingkungannya masing-masing. 

"Yang penting pelaku bisa ditangkap. Laporan masyarakat terhadap Polsek atau Polres itu bisa membantu juga menekan semakin meningkatnya eksploitasi seksual atau pelecehan seksual bagi anak. Ini tujuannya itu untuk seluruh (bentuk, Red) kekerasan," paparnya. 

Diberitakan sebelumnya, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau lebih dikenal dengan Kak Seto, angkat bicara soal sederet kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Pasalnya, banyak anak-anak di bawah umur yang mendapat segala bentuk kekerasan, mulai dari fisik, hingga seksual. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00