DP3A Belu Gelar Kampanye Anti Kekerasan

Kadis DP3A Belu Bagikan Bunga Kepada Masyarakat.jpg

KBRN, Atambua: Guna menekan angka kekerasan terhadap perempuan, dan anak Dinas Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak,  DP3A Kabupaten Belu, menggandeng sejumlah Dinas terkait,  LSM,  maupun TNI/Polri  gelar kampanye 16 hari  anti kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan melakukan berbagai kegiatan sosialisasi, di sejumlah pasar,  di wilayah Belu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,  DP3A Kabupaten Belu, Theresia M.  Saik,  dalam kampanye hari kedua di pasar Halilulik,  Desa Naitimu,  Kacamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu, mengatakan kampanye yang dilakukan tidak hanya difokuskan di pasar-pasar tradisional,  tapi  juga akan dilakukan di sejumlah desa,  yang telah ditentukan.

“Untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan, dan anak kami melakukan kampanye selama 16 hari,  di pasar-pasar. Kami menyerukan anti kekerasan dengan cara membagikan bunga yang berisi pesan anti kekerasan kepada masyarakat.  Dalam megiatan ini,  Kami DP3A tidak bergerak sendiri,  tapi kami juga menggandeng sejumlah Dinas terkait,  LSM,  maupun TNI/Polri. Kampanye yang dilakukan tidak hanya difokuskan di pasar-pasar tradisional,  tapi  juga akan dilakukan di sejumlah desa,  yang telah ditentukan," kata Theresia M.  Saik.  Kamis (26/11/2020). 

Sementara terkait mengapa pasar yang menjadi sasaran utama kampanye tersebut, Thresia menjelaskan, karena pasar merupakan tempat,  berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan,  sehingga dianggap cukup strategis.

 “Kami memilih pasar, karena dipasar ini,  ada banyak orang,  dari berbagai kalangan,  sehingga cukup strategis untuk menyampaikan gerakan anti kekerasan," katanya.

Terkait penerapan protokol kesehatan dalam melakukan kampanye di tengah pandemi Covid-19, Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu itu mengatakan,  pihaknya juga selalu mengutamakan penerapan protokol kesehatan,  karena hal itu menjadi penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Dalam kampanye ini,  kami juga mengutamakan protokol kesehatan.  Kamu juga selalu menghimbau masyarakat untuk menerapkan protokol 3M," paparnya.

Ia berharap melalui upaya kampanye yang dilakukan,  dapat menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,  yang selama ini terjadi di wilayah Kabupaten Belu.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00