KPK Soroti Tingginya Biaya Pencalonan Kepala Daerah

KBRN, Padang: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia menyoroti tingginya biaya atau ongkos calon kepala daerah yang bertarung di Pilkada.

Setidaknya dibutuhkan biaya pencalonan kepala daerah berkisar Rp20 hingga Rp100 miliar.

"Berdasar data dari Kemendagri, biaya pencalonan bupati dan wali kota berkisar Rp20 hingga Rp30 miliar, sedangkan pencalonan gubernur membutuhkan 3 hingga 4 kali lipat jumlah tersebut yakni bisa mencapai Rp100 miliar," kata Wakil Ketua KPK RI Lili Pintauli Siregar saat webinar pembekalan pilkada berintegritas Provinsi Sumatera Barat, Bali dan Papua yang disiarkan melalui kanal youtube KPK, Kamis (26/11/2020).

Padahal, sebut Lili dengan semakin mahalnya biaya pencalonan kepala daerah, maka potensi ruang dan celah untuk korupsi akan semakin terbuka lebar. 

"Luar biasa mahalnya biaya pencalonan kepala daerah saat ini," ujarnya.

Menurutnya, tingginya biaya pencalonan kepala daerah berasal dari berbagai hal. Misalnya saja untuk pengamana baliho agar tidak dicopot maupun dirusak oleh orang lain. Selain itu, biaya politik lain yang diperlukan adalah pendanaan saksi di tiap  Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Kemudian juga adanya potensi politik balas budi bagi para sponsor yang menyokong dana pencalonan kepala daerah. Tidak ada makan siang yang gratis begitu istilahnya," ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, KPK berharap APBN dapat memberikan dana bagi partai politik  yang lebih tinggi daripada saat ini baik untuk pencalonan kepala daerah dan pencalonan anggota legislatif. 

"Saat ini biaya pencalonan kepala daerah yang ditanggung sangatlah minim," ucapnya.

Terlepas dari semua itu, Lili  berharap agar masyarakat sebagai ujung tombak pemilh lebih cerdas dalam menentukan calon kepala daerah. Masyarakat diimbau tidak lagi tergiur dengan politik uang yang dapat menghancurkan masa depan 5 tahun ke depan.

"Jangan lagi mempertaruhkan masa depan kita hanya karena selembar atau dua lembar kertas warna merah yang para calon kepala daerah sodorkan," imbaunya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00