Pasien Covid-19 Kabur dari RSDM, Sulit Dilacak

Gedung RSUD dr Moewardi Surakarta tampak dari depan (Mulato/RRI)

KBRN, Surakarta: Pasien positif Covid-19 yang melarikan diri (kabur) dari RSUD dr Moewardi (RSDM) Solo, Selasa (27/10/2020) pagi, sampai hari ini, Kamis (29/10/2020) sore belum ditemukan.

Pemkot Surakarta kesulitan melacak keberadaan pasien berinisial HS Warga Kecamatan Jebres itu.

"Belum ketemu. Kami sudah berkoordinasi dengan Puskesmas, Kelurahan dan Kecamatan. Intinya ya tetap mencari pasien itu," ungkap Sekretaris Satgas Covid-19 Surakarta dr Siti Wahyuningsih, di Solo, Kamis (29/10/2020) sore.

Pemkot Surakarta sudah melakukan pencarian termasuk berkoordinasi dengan keluarga untuk melacak pelarian pasien berinisial HS.

Ning mengatakan sebenarnya pasien tersebut dari RSDM, namun pihaknya sudah meminta warga sekitar agar turut membantu.

Satgas Covid-19 sebenarnya melunak, apabila yang bersangkutan tanpa gejala, dapat melakukan karantina mandiri di rumah dengan pengawasan petugas dan Jogo Tonggo.

Ning mengkhawatirkan apabila pasien tersebut berbaur dengan orang lain, karena dapat memicu penularan.

"Kalau nanti pulang saya minta segera lapor dan karantina mandiri. Yang saya khawatirkan itu perginya menuju suatu tempat sih gak masalah, kalau pergi kemana mana ya ngecer-ecer (nyebar) virus kemana-mana," tandas Ning.

Terpisah, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, juga menyampaikan, masih mencari pasien tersebut, sekaligus sudah koordinasi dengan Jogo Tonggo.

Menurut Rudy sapaan akrab Wali Kota, apabila nanti warga tersebut pulang dan minta isolasi mandiri, akan difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Semua kebutuhan logistik akan sepenuhnya dicukupi oleh pemerintah.

"Kalau mau minta isolasi mandiri ya nanti kita suplai logistiknya," ungkap dia.

Rudy menambahkan, sampai saat ini dirinya belum mendapat informasi warga Kecamatan Jebres itu berada, termasuk alasan pasien itu melarikan diri.

Bahkan Wali Kota juga mengaku belum mendapat keterangan dari rumah sakit.

Rudy sudah meminta keluarga seandainya pasien itu pulang supaya melaporkan kepada Satgas Penanganan Covid-19 setempat. 

"Kelurahan dan Jogo Tonggo saling berkoordinasi. Kalau tidak segera ditemukan justru warga positif Covid-19 yang melarikan diri itu akan menularkan virus corona di mana-mana dan menyulitkan untuk tracing kontak," tutur Rudy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00