Ridwan Kamil Perpanjang PSBB Proporsional di Bodebek

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

KBRN, Depok: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional di wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) hingga 28 Oktober 2020 hingga 25 November 2020 atau selama dua kali masa inkubasi 28 hari. 

Hal ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.700-Hukham/2020 tentang perpanjangan ketujuh pemberlakukan PSBB Proporsional di daerah Bodebek dalam rangka percepatan penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 

Point kedua dalam surat keputusan gubernur tersebut adalah memerintahkan kepada Bupati Bogoe, Wali Kota Bogor, Wali Kota Depok, Bupati Bekasi dan Wali Kota Bekasi menetapkan PSBB Proporsional dalam skala mikro. Sesuai level kelas kewaspadaan masing-masing daerah Kabupaten/Kota. 

Sementara pada point ketiga disebutkan, masyarakat yang berdomisili/ tempat tinggal dan/ atau melakukan aktivitas di wilayah Bodebek wajib mematuhi ketentuan pemberlakuan PSBB secara Proporsional. 

Sebelumnya, Gubernur Ridwan Kamil mengatakan bahwa Bodebek adalah penyumbang penyebaran Covid-19 terbesar di Jabar dengan tingkat reporduksi penularan mencapai 70 persen. 

"Di Jabar penularan tertinggi ada di Bodebek, melalui transmisi lokal atau cluster keluarga. Masing-masing kepala daerah diminta mengoptimalkan PSBB Mikro guna menekan penyebaran Covid-19 yang lebih luas lagi," tutur Ridwan Kamil beberapa waktu lalu. 

Bahkan Kota Depok, tiga minggu terakhir sudah berhasil keluar dari zona merah ke zona kuning (orange). Namun sesuai rilis Satgas Covid-19 Pemerintah Pusat, Kota Depok kini kembali ke zona merah. 

"Depok kembali zona merah minggu ini dengan resiko penularan berada pada posisi 1.56. Depok tertinggi sekarang resiko penularannya," ujar Juru Bicara GTPPC Kota Depok Dadang Wihana, kemarin. 

Dadang melanjutkan, saat ini, upaya Satgas Covid-19 Kota Depok dalam menekan tingkat penularan didalam keluarga. Tengah intensif memberlakukan pembatasan-pembatasan, salah satunya yaitu pembatasan aktifitas warga hingga pukul 20:00 WIB. 

"Ini tugas PSKS tingkat RW ya untuk memastikan warganya mematuhi aturan tersebut," tandasnya. (Foto: Istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00