Legislator Minta Tambah Alat PCR

KBRN, Bengkulu: Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Sefty Yuslinah mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk dapat menambah alat PCR, untuk menguji sampel usap.

Apalagi di peroleh keterangan dari manajemen Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Bengkulu, bahwa saat ini ada ratusan sampel usap yang telah di ambil dari masyarakat, belum dilakukan di uji, karena keterbatasan alat PCR.

“Saya mendengar curhat dari Direktur RSMY Bengkulu Pak Zulkimaulud, bahwa saat ini antrian untuk test swab mencapai empat ratusan orang. sementara kesediaan melakukan swab hanya sampai 180 orang perhari. Ini catatan bagi kita dari lembaga legislatif untuk mencarikan solusi, seperti penambahan alat PCR,” ujar Sefty pada Senin, (26/10/2020).

Menurut Sefty, penambahan alat uji swab tersebut sepertinya memang diperlukan, karena jumlah kasus konfirmasi positif di wilayah Provinsi Bengkulu terus bertambah banyak. Bahkan dalam beberapa hari terakhir, ada penambahan mencapai 35 orang perhari.

Terlebih lagi, kata Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi ini, jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar juga ikut bertambah.

Ditambah juga lambatnya seseorang diketahui terpapar Covid 19, karena hasil swab terlambat keluar, dikawatirkan akan terus menambah kasus positif di Bengkulu ini.

“Jadi sekarang tinggal lagi bagaimana Pemprov melalui dinas teknis bersama gugus tugas untuk merealisasikannya. Apalagi anggaran dana APBD Provinsi Bengkulu tahun 2021, diyakini masih memfokuskan untuk penanganan Covid 19,” kata Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari daerah pemilihan (dapil) Kota Bengkulu ini.

Lebih lanjut politisi perempuan PKS ini juga tidak lupa mengingatkan tim gugus tugas, agar tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat terhadap pentingnya disiplin protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat dengan kondisi sekarang ini, dengan masing-masing disiplin akan prokes, akan mencegah penyebaran Covid 19.

“Juju saja saya merinding jika teringat kasus positif Covid 19 di Bengkulu terus bertambah. Maka, solusinya sekarang hanya disiplin prokes dengan selalu menggunakan masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak,” tukas Sefty.

Sementara dari data hari ini, total jumlah kasus konfirmasi positif sebanyak 995 kasus. Sedangkan kasus sembuh sebanyak 725 orang dan meninggal sebanyak 48 orang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00