Gubernur Sumut Kecam Penyerangan Satgas Covid-19

KBRN, Deli Serdang: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengecam aksi penyerangan terhadap Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut) saat melakukan operasi yustisi protokol kesehatan Covid-19 di Komplek Brayan Trade Centre, Jalan Serbaguna Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (21/10/2020) malam. 

"Kita sudah menyerahkan proses hukumnya pada pihak kepolisian. Tempat yang tidak melaksanakan protokol kesehatan harus ditindak," kata Edy, Kamis (22/10/2020).  

Penyerangan tersebut mengakibatkan 3 personel Satgas terluka akibat dipukul dan dilempar batu, serta 5 mobil rusak yang dilakukan oknum yang diduga preman setempat

Sebelumnya lokasi tersebut sudah ditutup pada 9 Oktober 2020 oleh Satgas karena melanggar protokol kesehatan Covid-19. Namun saat tim melakukan pengecekan, ternyata tempat tersebut masih buka dan tidak melaksanakan protokol kesehatan. 

Edy menegaskan bahwa tempat yang tidak melaksanakan protokol kesehatan harus ditindak. “Mereka tidak mengindahkan protokol kesehatan, tidak pakai masker, tidak jaga jarak dan sangat diduga mereka melakukan kegiatan ilegal sepertinya judi, karena didapatkan kertas-kertas bernomor serta koin dan alat alatnya,” kata Edy.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, operasi yustisi protokol kesehatan yang dilakukan Satgas adalah dalam rangka melaksanakan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, Pergub Sumut Nomor 34 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, serta Peraturan Bupati (Perbup) Deli Serdang Nomor 77 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan. 

Edy mengatakan, meski Sumut tidak menjalankan PSBB, namun masyarakat harus melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin. 

“Tetap harus kita jaga. Nah inilah rakyat kita harus disiplin, dalam kondisi sulit seperti ini, tengah malam masih melakukan seperti itu. Sumut tidak memberlakukan PSBB, bukan berarti terus seenaknya. Kita harus tetap disiplin, dasarnya Inpres, Pergub dan Perbup atau Perwal,” paparnya. 

Sebelumnya, Edy Rahmayadi meninjau dan masuk ke lokasi penyerangan Satgas Covid-19. Namun ruko yang diduga menjadi tempat perjudian tersebut sudah kosong. Edy juga sempat menemukan koin-koin yang diduga sebagai bagian alat judi. 

Ia kemudian memanggil Kapolres Pelabuhan Belawan Mhd R Dayan dan Kapolsek Medan Labuhan Kompol Eddy Safari dan meminta keterangan dari keduanya terkait peristiwa tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00