Anggota Satpol PP Tersengat Listrik, SOP Dipertanyakan

Ilustrasi tersengat listrik (Dok. Istimewa)

KBRN, Depok: Kasus anggota Satpol PP Kota Depok terluka bakar di sekujur tubuh akibat tersengat listrik saat menurunkan spanduk Pilkada di pertigaan Parung Bingung, Jumat (25/9) kemarin, masih menyisakan tanda tanya.

Apakah Satpol PP Kota Depok tidak memiliki SOP untuk kegiatan yang berbahaya seperti itu? Apabila ada, tentu sudah terjadi pelanggaran SOP yang berakibat fatal.

Karena anggota Satpol PP yang tersengat listrik tersebut, yaitu M Rizky Prasetyawan, tersengat listrik akibat tidak mengenakan kelengkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang memadai.

"Ada nggak sih SOP di Satpol PP Depok untuk kegiatan ini? Kalau ada (SOP) itu pastinya nggak diterapkan kemarin," ujar HR, salah satu warga Kota Depok, kepada RRI di Jalan Raya Kartini, Kota Depok, Selasa (29/9/2020).

Kecurigiaan HR bukan tanpa alasan, ketika peristiwa itu terjadi, HR mengaku berada di lokasi kejadian (TKP).

ANggota Satpol PP Depok, M Rizky Prasetyawan saat dirujuk ke RSCM (Dok. RRI)

Menurutnya, M Rizky Prasetyawan tidak menggunakan K3 saat memanjat tiang reklame untuk mecopot spanduk yang tersangkut di kabel listrik hingga tersengat.

"Korban telanjang nggak memakai alat pelindung diri (K3) saat naik ke tiang reklame gede itu untuk menurunkan spanduk yang tersangkut. Harusnya minimal pakai sarung tangan karet, sepatu karet, karena kan di situ jelas kelihatan ada kabel listriknya. Kenapa ceroboh sekali yang berakibat fatal. Siapa yang bertanggungjawab? Harus diusut, biar nggak terjadi lagi ke depannya," ketus Hendri.

Terpisah, Sekretaris Kota Depok, Hardiono, meminta kepada Satpol PP Kota Depok ke depannya untuk lebih berhati-hati sebelum melaksanakan tugas penertiban. Apabila medan yang ditemukan tidak memungkinkan, sebaiknya kegiatan itu ditunda saja.

"Berikutnya petugas bila melaksanakan tugas melihat medannya tidak memungkinkan, sebaiknya ditunda dulu. Sehingga melengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai terlebih dulu," tutur Hardiono kepada RRI.

BACA JUGA: Tersengat Listrik, Anggota Satpol PP Depok Terlantar

Saat di lapangan, lanjut Hardiono, petugas diharapkan pula tidak memaksakan diri dalam menyelesaikan pekerjaan tanpa mempertimbangkan keselamatan. Apabila ditemukan kendala, anggota harus melaporkannya ke atasan sebelum bertindak.

"Petugas harus melihat apakah dengan medan seperti itu SOP-nya bisa dijalankan dengan baik, harus dilaporkan pada atasan, sebelum mengambil langkah selanjutnya," jelasnya.

"Saya menyampaikan turut berduka cita, semoga korban lekas sembuh," tambahnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun RRI, sebenarnya ada SOP Satpol PP Kota Depok untuk kegitan penertiban baliho dan spanduk.

Namun, Kepala Bidang Ketentraman Masyarakat dan Penertiban Umum (Tranmastibum) Satpol PP Kota Depok M Fahmi masih belum bersedia dimintai keterangan detil SOP tersebut.

Kemudian apakah korban sebelumnya sudah mendapat pelatihan untuk kegiatan tersebut atau belum, juga belum dapat dikonfirmasi RRI.

Seperti diketahui, M Rizky Prasetyawan tengah menjalani perawatan di unit Luka Bakar RSCM.

Dia dirujuk dari RSUD Sawangan Kota Depok, pada Minggu (27/9) dini hari.

Pria 28 tahun itu mengalami luka bakar 39 persen akibat tersengat listrik pada bagian tangan, dada, dan paha.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00