Jembatan Kotim Rusak, Gotong-Royong Bersama TNI

KBRN, Palangka Raya: Guna memberikan fasilitas infrastruktur untuk warga desa, sebuah jembatan dibangun di wilayah Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Gotong-royong dilakukan oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 1015 Sampit bersama masyarakat dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa (TTMD) ke-109 tahun 2020.

Seorang warga setempat bernama Pelni mengatakan, jembatan ini dapat bermanfaat bagi warga supaya perjalanan tidak terhambat, dan perekonomian dapat berjalan dengan lancar meski pandemi Covid-19 belum berakhir.

"Sangat senang dengan adanya program TMMD Kodim 1015 Sampit, dalam rangka memperbaiki, dan merehabilitasi jembatan yang sudah rusak. Sehingga, memudahkan transportasi warga," kata Pelni kepada RRI Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (25/9/20).

Pelni juga memberkan capan terima kasih kepada TNI lantaran telah membantu membangun kembali jembatan di desanya.

Dandim 1015 Sampit Letkol Akhmad Safari kepada RRI menjelaskan, TMMD di Kotim dilaksanakan, mulai 22 September-21 Oktober 2020.

"Kegiatan ini terdiri dari dua bagian. Pertama, menyangkut fisik diantaranya pembangunan jembatan, mushola, dan non fisik," kata Akhmad.

Pembangunan non-fisik, lanjut dia, berupa sosialisasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Termasuk, penyuluhan pencegahan Covid 19.

"Kita pilih itu, (pembangunan jembatan, red) desa ada tiga. (Yaitu, red) Desa Bapinang Hilir, Bapinang Hulu, dan Babirah, Kecamatan Pulau Hanaut. Alasan kami memilih desa ini, karena memang terisolir. Kemudian, sarana dan prasarana. Terutama, jembatan rusak berat," tegas Akhmad.

Menurut Akhmad, sejauh ini masyarakat desa setempat sangat antusias. Apalagi, sepengetahuan dia, warga sejak lama mengharapkan kehadiran TNI berpartisipasi dalam membangun desa.

"Karena sebelum TMMD digelar, memang Babinsa telah banyak berkontribusi bagi kemajuan masyarakat," kata dia.

Pembangunan jembatan dimulai sejak, Selasa (22/9/2020), dengan menyasar tiga tempat, yaitu Handil Gayam, Handil Samsu, dan Sei Babirah.

Dari pantauan RRI di lapangan, pembangunan jembatan menggunakan bahan dasar kayu pilihan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00