Sambangi Rumah Warga, Petugas Bagikan Bansos PSBB

Distribusi bansos. (Foto: Ist)

KBRN, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menyalurkan bantuan sosial (Bansos) Sembako Tahap 7 kepada warga. Adapun paket Bansos ini merupakan kompensasi program PSBB Tahap 2 yang diberlakukan sejak 14 September 2020 lalu.

Kali ini sebanyak 9989 paket sembako didistribusikan kepada warga khususnya dj wilayah Kelurahan Cawang Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Paket bansos tersebut dibagikan secara door to door oleh pengurus wilayah untuk warganya yang terdampak Covid-19.

“Saya minta kepada masyarakat khususnya warga Kelurahan Cawang jangan hanya mendapatkan sembakonya saja, tapi harus tetap patuhi protokol-protokol yang sudah di terapkan oleh Pemprov DKI Jakarta agar terhindari dari klaster Rumah Tangga,” kata Lurah Cawang, Didik Diarjo, Kamis (24/9/2020).

“Saya juga melihat masih banyak masyarakat yang menghiraukan protokol kesehatan bahkan pada saat pendistribusian sembako banyak yang tidak memaki masker,” sambungnya.

Pembagian paket sembako ini paling ditunggu oleh masyarakat saat Pemprov DKI Jakarta memberlakukan PSBB Total. Warga masyarakat yang terdampak baik langsung, maupun tidak langsung mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Saya rasa dengan adanya bantuan yang diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta kepada masyarakat ini kita sudah penuhi kebutuhan dasarnya walaupun memang kita tidak bisa penuhi kebutuhan sepenuhnya. Tapi saya rasa ini dapat membantu meringankan beban mereka,” ungkap Didik.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang PSBB Total hingga 11 Oktober 2020. Anies menyebut sudah ada tanda-tanda pelandaian kasus positif dan kasus aktif Covid-19 di Jakarta. Meski begitu, Anies mengatakan peningkatan kasus masih terus perlu ditekan. 

Pada 12 hari pertama bulan September, pertambahan kasus aktif sebanyak 49 persen atau 3.864 kasus. Lalu 12 hari berikutnya penambahan jumlah kasus aktif masih terjadi, namun berkurang menjadi 12 persen atau 1.453 kasus.

Tanpa pembatasan ketat dan dengan pengetesan yang masif, pertambahan kasus harian di Jakarta diprediksi akan mencapai 2.000 per hari pada pertengahan Oktober. Sedangkan kasus aktif akan mencapai 20 ribu pada awal November.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00