Dugaan Pesta Miras, PDI Perjuangan Tegur Kadernya

KBRN, Baubau: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Baubau melayangkan surat teguran kepada kadernya, yang juga anggota DPRD Kota Baubau, NA. Dia ditegur karena viralnya video dugaan pesta minuman keras (miras). 

Ketua Bidang Kehormatan PDIP Baubau Rais Jaya Rachman menjelaskan, surat teguran itu dilayangkan berdasarkan hasil rapat pleno yang dipimpin langsung Ketua DPC PDIP Baubau, La Ode Ahmad Monianse bertempat di Kantor DPC PDIP Baubau, Minggu kemarin. Rapat pleno tersebut melahirkan tiga kesimpulan, pertama membuat surat teguran untuk NA. 

"Tapi isi surat teguran itu saya belum dapatkan. Namun salah satu alasan surat teguran itu karena video viral itu sempat menyeret PDIP ikut terbawa didalamnya," ungkap Rais, Senin (21/9/2020).

Kemudian kesimpulan kedua lanjut Rais, DPC PDIP Baubau merekomendasikan untuk mendorong NA menempuh upaya hukum secara pribadi sebagai bentuk pembelaan diri atas masalah yang menimpanya. 

"Karena menurut pandangan teman-teman partai dalam rapat, bahwa beberapa hal kejadian di dalam video viral itu memang harus dibuktikan oleh lembaga kredibel dan berkompeten untuk memutuskan itu benar atau tidak," jelasnya.

Rais mengatakan, kendati PDIP mendorong NA melakukan upaya hukum secara pribadi, partai akan tetap memberi dukungan sesuai dengan kewenangannya. 

"Kenapa secara pribadi, jika secara pribadi video itu bisa dibuktikan adalah fitnah, maka partai juga akan ikut clear di dalamnya,"ujarnya.

Sementara itu kata Rais, kesimpulan ketiga yang diputuskan dalam rapat pleno yaitu PDIP Baubau bersepakat membuat tim penyelesaian masalah. 

Namun tim ini kata dia, bukan untuk melakukan investigasi atau memutuskan benar-tidaknya masalah yang menimpah NA. Tim ini hanya sebatas membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi NA sebagai kader PDIP. 

"Tim penyelesaian masalah ini seperti pendamping untuk mendampingi yang bersangkutan ini agar bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik," jelasnya. 

Lebih lanjut Rais mengatakan, tim ini diberi kewenangan untuk memanggil NA agar memberikan klarifikasi atas video viral itu. Selain itu, tim ini juga diberi kewenangan dapat memanggil pihak-pihak terkait dengan persoalan tersebut. 

"Tetapi apakah mereka pihak terkait ini mau hadir atau tidak, itu kembali dari pribadi mereka," pungkasnya.

Adapun tim penyelesaian masalah ini terdiri dari 3 orang. Sebagai ketua tim yakni Rais Jaya Rachman, sekretaris merangkap anggota, Wawan Hermawan Rasipu dan anggota Hasnaweti.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00