Jangan Kerahkan Masa dalam Penetapan Bapaslon

Kapolres Dompu, AKBP Syarif Hidayat, saat menjelaskan potensi kerawanan Pilkada Dompu. (RRI/Mujtahidin).jpg

KBRN, Dompu : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dompu, 23 September 2020, akan menetapkan Bakal Pasangan Calon ( Bapaslon) menjadi Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Dompu. Untuk mengatisipasi pengerahan masa, Polres Dompu, meminta untuk tidak lagi mengerahkan masa.

Kapolres Dompu, AKBP Syarif Hidayat, mengatakan, ini dilakukan untuk mencegah munculnya cluster baru penyebaran Covid-19. Dompu saat ini, sudah berubah dari zona kuning ke zona merah, dengan terpaparnya 49  warga, 39 diantaranya Tenaga Kesehatan (Nakes) terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Kami meminta Bapaslon membantu kami, mentaati Protokol Covid-19," katanya, Minggu (20/9/2020).

Kejadian saat pendaftaran Bapaslon yang mengerahkan ribuan masa pendukung, untuk tidak terulang lagi. Komunikasi dengan semua Bapaslon untuk tidak mengerahkan masa sudah dilakukan. Bahkan, dalam surat yang di keluarkan yang merujuk pada Inpres nomor 6/2020, jika ini dilakukan, maka aparat penegak hukum akan mengambil tindakan.

"Himbauan sudah kami lakukan, jika masih memaksa maka penegakan hukum akan kami ambil," tambahnya.

Selain berdasarkan Inpres nomor 6/2020, penegakan hukum ini juga dilakukan sebab, Dompu masuk lima besar nasional dengan tingkat kerawanan tinggi. Potensi-potensi chaos yang mungkin terjadi, jika tidak diperketat aturan ini. Gesekan-gesekan melalui media sosial sudah terpantau saling serang.

"Apa yang terjadi di Media Sosial, dikawatirkan akan terjadi juga di dunia nyata," tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00