Jaga Habitat Penyu, 2.000 Tukik Dilepaskan

Bakal Calon Wali Kota Mataram, NTB, melepas 2.000 tukik (anak penyu) di Pantai Mapak Belatung (Dok.RRI)

KBRN, Mataram: Tukik merupakan biota laut yang dlindungi dan dilestarikan. Namun demikian tidak sedikit yang hilang dari habitatnya. Melindungi dan melestarikan tukik ini menjadi tanggung jawab bersama.

Kepedulian yang tinggi terhadap keberadaan tukik ini ditunjukkan salah satu bakal calon Wali Kota Mataram dengan menyebar dua ribu tukik yang terpusat di Pantai Mapak Belatung, Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Putu Selly Andayani

Putu Selly Andayani kepada wartawan, Sabtu malam (19/9/2020) mengatakan, pelepasan dua ribu tukik ini dihajatkan sebagai pelestarian alam. Pasalnya, jika tukik tersebut hidup, pantai akan menjadi bersih.

“Syaratnya itu harus bersih agar mereka hidup dan beranak pinak. Telurnya tidak bisa diambil serta sampah itu tidak boleh sampai ke laut sehingga sampah itu harus sudah selesai di darat baik itu sampah plastik (atau lainnya),”  ujarnya.

“Bagaimana kita memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa biota laut seperti penyu ini merupakan yang dilindungi secara nasional dan internasional sehingga harus dilestarikan,” sambungnya.

Balon Wali Kota Mataram yang diusung PDI Perjuangan dan PKS ini mengakui bahwa deplot tukik sangat diperlukan dalam mendukung keberadaan tukik terlebih Mataram yang memiliki sembilan kilometer pantai, jadi demplot ini sangat bermanfaat.

Mataram ke depannya akan menjadi green city atau kota hijau dan menjadi wisata konservasi penyu sehingga pelepasan dua ribu tukik ini Langkah awal bagi kebaikan bersama.

“Itu harapan ke depan. Kota Mataram jadi kota hijau dan wisata konservasi penyu,” tutupnya.

Tukik atau anak penyu yang dilepaskan di Pantai Mapak Belatung, Mataram, Lombok, NTB (Dok. RRI)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00