Terkatung-Katung Di Afrika, Jenazah WNI Tiba di Jakarta

Penyerahan Jenazah Riki Rifaldi dari Kemenlu ke Keluarga (Dok: RRI)
Dokumen Perjalanan Almarhum (Dok: RRI)

KBRN, Ternate: Setelah 5 bulan tertahan di Abidjan Pantai Gading, Afrika Barat karena terkendala Covid-19, dan aturan hukum yang berlaku di negara setempat, kini jenazah almarhum Riki Rifaldi Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kota Ternate yang meninggal di kapal ikan berbendera China Harvest 352 akhirnya tiba di tanah air.

Almarhum Riki Rivaldi warga Kelurahan Takome Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), diketahui meninggal pada 16 Mei 2020 pada saat kapal sedang dalam perjalanan menuju pelabuhan negara setempat dan dibawa ke Rumah Sakit (RS) di Abidjan Pantai Gading Afrika Barat.

Riki dibawa ke RS Abdijan untuk dilakukan pemeriksaan untuk di ketahui sebab dan akibat meningalnya dan jenazah almarhum Riki Rifaldi Pukul 18:00 WIB, Jumat (18/9/2020) tiba di Indonesia setelah bertolak dari Abdijan dan Istanbul menggunakan pesawat Turkish Airlines.

Keluarga almarhum melalui Penasehat Hukum dari kantor hukum satudarah & partner's (PH) Ridho Fhicry saat dikonfrimasi RRI via telpon mengatakan, jenazah almarhum baru tiba di Indonesia karena sebelumnya masih harus melengkapi segala dokumen sesuai dengan aturan yang berlaku di negara tersebut.

Karena proses dokumen almarhum Riki Rifaldi masih menunggu persetujuan serta surat jalan dari pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Abidjan Pantai Gading Afrika Barat.

“Awalnya jenazah akan tiba pada tanggal 7, 8 dan 9 Agustus tetapi karena masih ada dokumen yang belum selesai makanya jenazah baru bisa dipulangkan dan tiba hari ini,” ungkapnya.

Rido juga menyatakan dan mempertagas bahwasannya almarhum Riki Rifaldi meninggal bukan karena covid-19. Saat ini jenazah almarhum sudah berada di bandara Soekarno Hata, selanjutnya jenazah direncanakan akan diterbangkan ke Ternate menggunakan pesawat Garuda Indonesia pada Minggu (20/9/2020) besok.

“Insya Allah kalau tidak ada halangan hari Minggu jenazah sudah sampai di kampung halaman Ternate,” katanya.

Disentil terkait dengan hak almarhum selama bekerja di perusahan, kata Rido, hak almarhum termasuk sisa hak gaji kerja sudah terbayarkan dan yang tersisa hanyalah hak asuransi kematian.

"Asuransi kematian itu nanti akan terbayarkan setalah proses pemakaman telah selesai dilakukan dan pihak perusahaan akan melakukan claim asuransi atas hak daripada alm riki rifaldi," tuturnya.

Untuk diketahui, selain Riki, sebelumnya 3 ABK kapal ikan berbendera China asal Kota Ternate juga meninggal dunia saat berada diluar lepas. Ketiga ABK tersebut merupakan warga kelurahan Rua Kecamatan Pulau Ternate, dengan identitas yakni, Saldi Djainudin, M. Arifqi Maulana Ramli dan Rian Bahri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00