Arkeolog Temukan Pemukiman Besar Kuno di Bondowoso

KBRN, Bondowoso: Penemuan benda-benda kuno di Desa Alas Sumur, Kecamatan Pujer, Bondowoso, mengindikasikan bahwa terdapat pemukiman kuno yang sangat besar. Pasalnya, benda-benda yang terpendam tanah sedalam 5-6 meter tersebut berupa susunan bata kuno.

Arkelog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho, menerangkan susunan bata kuno tersebut diduga peninggalan zaman Majapahit. Selain susunan bata kuno, dia juga menemukan lapisan pasir berwarna hitam pekat setebal 5 cm.

"Statigrafi ini berada di kedalaman 4,4 meter. Sebelum itu merupakan lapisan tanah lempung. Dengan demikian struktur bata ini nampak pernah teruruk oleh lapisan vulkanik dengan ketebalan sekitar 55 cm" kata Wicaksono kepada RRI, Jumat (18/9/2020)

Wicaksono menduga, terdapat proses bencana alam di lokasi tersebut sehingga struktur terpendam di kedalaman 5 meter. Menurutnya, ada desa-desa kuno di sekitar Gunung Raung yang meliputi Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi yang disebut jiga negara Katagama.

"Unik bagi Bondowoso karena biasanya identik dengan peninggalan-peninggalan megalitik. Walaupun megalitik sendiri berlangsung hingga abad ke 14," jelasnya.

Secara fisik, motif garis-garis pada bata kuno tidak mencirikan produksi Singosari maupun Majapahit. Namun, kata Wicaksono, sudah biasa dikerjakan pengrajin bata dari dulu hingga sekarang untuk menambah daya rekat.

"Ada yang bentuk bulat, bentuk lurus bentuk S. Itu dari kearifan pengrajin itu sendiri," ungkapnya.

Selain itu, di dalam sumur juga ditemukan pecahan porselen berwarna kalsedon dan putih. Setelah diidentifikasi, benda tersebut berasal dari abad dinasti yuan abad ke 13 dan 14. 

"Yang putih itu yuan awal atau song akhir abad 12 dan 13. Yang biru masih utuh itu kita masih tidak bisa mengidentifikasi karena cenderung lebih modern," urainya.

Mengenai rencana dilakukan eskafasi, menurutnya untuk saat ini tidak mungkin karena berada di lingkungan padat penduduk. Tapi temuan ini menjadi masukan bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan desa tersebut. 

"Kita melihat lokasi yang memungkinkan itu untuk dilakukan eskafasi dan dikembangkan menjadi wisata," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00